LUBUK BASUNG – Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait kasus anak bakar ibu yang juga guru SMA di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Seperti diketahui, Eni Derma (55), seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi, tewas di tangan anak kandungnya, TH (16). Eni ditemukan tewas terbakar di bawah pohon kakao, di halaman belakang rumahnya di Jorong Giriang-giriang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (24/6/2016) siang.
Pascakejadian, polisi menyisiri sejumlah lokasi di sekitar TKP penemuan korban. Di kebun kakao di belakang rumah korban, polisi menemukan jeriken bekas minyak tanah dan kain gorden jendela rumah berlumuran darah.
Jeriken diduga digunakan pelaku untuk menyiramkan minyak tanah ke tubuh ibunya. Sementara, gorden jendela yang ditemukan diduga digunakan pelaku untuk menyeret korban keluar dan untuk menghapus jejak bercak darah yang berceceran di lantai dapur.
Polisi juga menemukan sebilah pisau dengan bekas bercak darah yang telah dihapus, terletak di belakang kompor gas di dapur. Senjata tajam ini diduga digunakan pelaku untuk menganiaya ibunya saat masih berada di dapur, sebelum diseret ke luar rumah.
Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi menyebutkan, pelaku diduga mengalami kelainan jiwa. Orangtua pelaku sekaligus suami korban kepada polisi menyebutkan anaknya baru tiga bulan keluar dari rumah sakit jiwa di Kota Padang.
“Saat kejadian si pelaku bersama ibu kandungnya ditinggal kakaknya melaksanakan Salat Jumat. Entah apa yang merasuki jiwa pelaku ini hingga menganiaya ibu kandungnya sampai meninggal dengan cara yang tidak wajar,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pelaku akan segera dibawa ke rumah sakit jiwa di Kota Padang. Penyidik akan melakukan assesment dengan Bidang Kedokteran Kesehatan di Polda Sumbar untuk menguatkan proses penyelidikan.[] Sumber: sindonews.com

