Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaKasus Bantuan Ternak...

Kasus Bantuan Ternak Rp14,5 M, Penyidik Sudah Periksa Lebih 100 Orang

LHOKSEUMAWE – Penyidik Unit Tipikor Polres Lhokseumawe dalam lima hari sudah memeriksa lebih 100 orang sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan ternak senilai Rp14,5 miliar. Mereka merupakan anggota kelompok yang namanya tercatat sebagai penerima bantuan ternak sumber dana APBK Lhokseumawe tahun 2014.

“Tim penyidik turun ke desa-desa, ‘jemput bola’. Sejauh ini sudah lebih 100 orang yang diperiksa di sejumlah desa dalam Kecamatan Muara Dua,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu kepada portalsatu.com lewat telepon seluler, Sabtu, 22 Juli 2017.

Mulanya, tim penyidik Unit Tipikor turun ke Desa Meunasah Blang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, 17 Juli lalu. Setelah itu penyidik turun ke desa lainnya di Kecamatan Muara Dua hingga 21 Juli 2017. Kata Budi, tim penyidik akan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi lainnya pada 24 Juli mendatang.

“Dalam satu bulan ini difokuskan untuk pemeriksaan anggota-anggota kelompok (yang nama mereka tercantum dalam dokumen penerima bantuan ternak itu) di empat kecamatan dalam Kota Lhokseumawe. Setelah itu akan dilanjutkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait lainnya,” kata Budi.

Informasi diperoleh portalsatu.com, sebelum turun ke desa, pihak kepolisian menyurati geuchik agar menyampaikan kepada warga yang tercatat sebagai anggota kelompok penerima bantuan ternak, datang ke meunasah setempat untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik. Itu sebabnya, warga tidak perlu datang ke Mapolres Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe akhirnya meningkatkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada penyaluran dana bantuan ternak senilai Rp14.505.500.000 ke tahap penyidikan. Hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, kasus bantuan ternak sumber dana APBK Lhokseumawe tahun 2014 itu merugikan negara Rp6 miliar lebih.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, 13 Juli 2017, mengatakan, kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan karena telah melalui rangkaian kegiatan kepolisian. Di antaranya, pemerikasaan saksi, penelitian surat-surat, audit investigasi BPKP Perwakilan Aceh hingga gelar perkara tim Satreskrim Polres Lhokseumawe dipimpin Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh.

“(Hasil gelar perkara) mendapat relomendasi layak untuk ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan dan menjadi target penyelesaian kasus korupsi di tahun ini,” ujar Kapolres Hendri Budiman. (Baca: Kasus Bantuan Ternak Rp14,5 Miliar ke Tahap Penyidikan)[](idg)

Baca juga: