LHOKSEUMAWE – Pengamat Terorisme Al-Chaidar menduga Bahraini alias Agam, pemuda asal Kecamatan Sawang, Aceh Utara sebagai pendonor kelompok Salik Firdaus, teroris bom Bali II. Salik adalah pentolan kelompok ISIS jaringan Cikijing.

Bahraini yang ditangkap tim Densus 88 di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu, menjelang siang, diduga tidak hanya sebagai penyedia dana. Pria berumur 36 tahun itu, kata Al-Chaidar, diduga mampu merakit bom daya ledak tinggi.

“Setahun lalu saya mendapat kabar di Medan, bahwa ada warga Aceh yang dibaiat kelompok ISIS jaringan Cikijing. Saya duga kuat itu dia (Bahraini). Kalau tidak salah dia pengusaha yang memiliki kebun sawit yang selama ini ikut mendanai kelompok itu,” ujar Al-Chaidar kepada portalsatu.com, 26 November 2016.

Selain pemuda asal Sawang itu, kata Al-Chaidar, Abu Musaibaah pentolan dari kelompok tersebut juga sudah ditangkap  polisi. Kelompok Cikijing, menurut dia, memang disebut kelompok khusus pembuat bom dibentuk oleh Salik Firdaus sejak tahun 2006. Bahkan, kata dia, mereka juga memiliki fasilitas laboratorium khusus untuk meracik bom yang seperti ditemukan polisi baru-baru ini.

Al-Chaidar menjelaskan, Cikijing adalah nama sebuah daerah pedalaman di Banjaran, Majalengka. Di situ juga sebagai lokasi rahasia untuk pelatihan merakit bom berdaya ledak tinggi. Bahkan saat ini mereka sudah memiliki nitrogliserin, yaitu cairan kimia yang daya ledaknya sangat dahsyat.

“Sepeninggal Salik, kelompok Cikijing  terus berkembang, dan anggotanya semakin banyak tersebar di beberapa daerah termasuk Aceh,” ujar Al-Chaidar.

Namun terkait sepak terjang Bahraini di kelompok itu, Al-Chaidar mengaku belum tahu banyak, karena dirinya belum pernah berjumpa dengan yang bersangkutan.[]

Laporan Munir