LHOKSUKON – Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara hingga saat ini masih memantau perkembangan nelayan hilang asal Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara. Namun demikian, pencarian dan penyisiran di laut telah dihentikan.

“Pascahilang, ini sudah hari kelima kita lakukan pencarian, namun jasadnya belum juga ditemukan. Upaya pencarian di laut memang telah dihentikan, namun kita masih memantau perkembangan, serta berkoordinasi dengan panglima Laot di sejumlah wilayah,” kata Darsa, Komandan Regu (Danru) Rescue BPBD Aceh Utara, kepada portalsatu.com, Jumat, 10 Februari 2017.

Ia menyebutkan, pihaknya tadi mendapat informasi ada nelayan dari Meuredu, Pidie Jaya sempat melihat jasad korban di kawasan perairan Beurenuen, Pidie Jaya.

“Tadi ada informasi nelayan Meuredu melihat ada sesuatu di laut Beurenuen yang diduga jasad korban. Hingga saat ini kita masih telusuri kebenaran informasi tersebut. Jika benar, kita akan bergerak,” pungkas Darsa.

Seperti yang diketahui, Pencarian Muhammad Wali, 30 tahun, nelayan asal Dusun II Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dihentikan mulai hari ini, Jumat, 10 Februari 2017. Pria beranak satu itu dikabarkan tenggelam 1 mil dari pesisir pantai Krueng Geukuh pada 4 Februari lalu, saat memancing bersama mertuanya.[]