BANDA ACEH – Direktur Riset KATADATA Heri Susanto mengatakan data sangat penting dalam kerja jurnalistik untuk memperkuat fakta dan melawan berita bohong atau hoax.

“Banyak sekali manfaat data. Salah satunya, data adalah senjata melawan hoax,” ucap Heri saat tampil dalam Full Day Training on Data Journalism, di Banda Aceh, Rabu 1 Maret 2017.

Dalam pelatihan diikuti para jurnalis tersebut, Heri menjelaskan beberapa hal terkait pentingnya data dalam berbagai kepentingan.

Pertama, data adalah fakta. Heri memberikan ilustrasi tentang melemahnya rupiah tahun 2014 silam. Kabar tentang rupiah melemah saat itu memang benar, tapi ternyata data mengatakan bahwa rupiah bukanlah yang terburuk karena negara lain juga merasakan hal sama, bahkan lebih parah.

“Dengan data kita tahu kalau rupiah memang terpuruk, tapi bukan terburuk,” ucapnya.

Manfaat data yang kedua adalah melawan hoax atau melawan berita bohong. “Sempat viral tentang pekerja Cina yang katanya berjumlah 2 juta orang, padahal menurut data cuma 21 ribu,” ucap Heri.

Manfaat ketiga, data memperkuat kredibilitas dan kepercayaan sebuah artikel berita. Manfaat keempat, data juga bisa dipakai untuk tidak terjebak dengan politisasi isu.

“Politisi sering berbicara tanpa data. Nah, dengan data kita tidak terjebak politisasi isu yang dimainkan politisi” kata Heri.

Terakhir, data juga bisa dipakai pengambil kebijakan seperti pemerintah atau perusahaan untuk menentukan langkah.

“Kami juga bekerja sama dengan beberapa pihak dalam pengolahan data, dan hasil olahan data tersebut dipakai untuk pertimbangan mengambil kebijakan,” kata Heri.[]