MEDAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menggelar kegiatan Capacity Building Mitra Media, di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utara, Jumat, 12 September 2025.
Kegiatan itu diikuti 27 jurnalis dari berbagai media massa yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto dalam sambutannya menyampaikan acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antara Bank Indonesia dan insan pers dalam memperkuat komunikasi publik dan pemahaman isu-isu strategis ekonomi daerah.
“Pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan media massa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. Membangun Indonesia, termasuk di level daerah, membutuhkan sinergi berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa berbagi informasi terkini, khususnya terkait kondisi ekonomi dan pengendalian inflasi di wilayah kerja kami,” ujar Prabu.
Prabu menyebut inflasi dalam dua bulan terakhir tercatat cukup tinggi di wilayah kerja BI Lhokseumawe meliputi Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh terganggunya pasokan pangan akibat keterlambatan musim panen.
“Pada akhir Agustus 2025, kami telah berkoordinasi dengan Wali Kota Lhokseumawe serta Bupati Aceh Tengah dan Aceh Tamiang. Salah satu penyebab inflasi adalah sejumlah komoditas pangan belum panen saat itu. Namun, panen diperkirakan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2025, yang diharapkan akan menstabilkan harga,” ungkap Prabu.
Menindaklanjuti hal itu, kata Prabu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemda dan TPID seperti High Level Meeting (HLM), operasi pasar, sidak pasar, dan gerakan menanam.
Mitra Strategis
Tampil sebagai pemateri, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Wilayah Sumbagut, Irsad. Dia memaparkan tentang peran media sebagai medium informasi yang memperlancar efektivitas kebijakan di daerah.
Irsad mengatakan, media massa atau jurnalis penting mendapat pembekalan terkait informasi perekonomian terkini, strategi pengendalian inflasi yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat, isu digitalisasi keuangan dan perlindungan konsumen, serta edukasi identifikasi keaslian uang rupiah.
“Media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat dan membangun kepada masyarakat,” kata Irsad.[]





