IDI RAYEK Langkah Ridwan Abu Bakar alias Nek Tu hengkang dari Partai Aceh (PA) demi ambisi merebut kursi Bupati Aceh Timur, dinilai sangat keliru. Penilaian ini disampaikan Zulkifli Hasyim, mantan Tentara Negara Aceh (TNA) eks-Tripoli, Libya melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 18 Juni 2016.
Menurut Zukifli, Nek Tu yang dahulunya disegani, kini malah dipandang miring di kalangan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), baik yang masih berdomisili di Malaysia ataupun di Aceh.
Seharusnya Nek Tu tidak perlu naik menjadi calon Bupati Aceh Timur dalam pilkada mendatang, karena kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur H. Hasballah (Rocky)Syahrul (Linut) sudah bagus dan banyak sekali kemajuan, kata mantan pasukan didikan almarhum Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu.
Zulkifli menyayangkan sikap Nek Tu yang memutuskan untuk keluar dari PA. Menurutnya, dalam jamaah atau kelompok GAMNek Tu sejak dahulu dihormati, bahkan dukungan mantan GAM telah mengantarkan Nek Tu terpilih duduk di DPR Aceh selama dua periode (20092014 dan 20142019).
Dulu saya mengenal Nek Tu baik, bahkan ketika di Malaysia Nek Tu masuk dalam anggota IX ASNLF. Tapi hari ini saya pribadi kecewa dengan sikap Nek Tu yang meninggalkan PA demi merebut kekuasaan menjadi Bupati Aceh Timur, tambah Zulkifli.
Padahal, menurut Zulkifli, almarhum Wali Nanggroe (Teungku Hasan Muhammad di Tiro) selalu berpesan agar didikannya dari Tripoli menjadi orang-orang Aceh yang akan memperjuangkan nasib Aceh ke arah lebih baik.
Pesan Wali Nanggroe selangkah pun kami pergi, kami harus memikirkan nasib bangsa Aceh, sehingga keberadaan Aceh benar-benar diperhitungkan oleh dunia luar, apalagi berkat MoU Helsinki telah mengantar Aceh menjadi daerah yang mendapat lex spesialis, tambah Zulkifli.
Melihat kepemimpinan Rocky di penghujung tahun keempat periode 2012-2017, Zulkifli berpendapat, sudah selayaknya Rocky melanjutkan pembangunan yang sedang dijalankannya. Apalagi, kata dia, Syahrul Bin Syamaun (Linut) sebagai Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Timur masih setia mendampingi Rocky.
Lebih-lebih berbagai sektor mencapai titik kemajuan, baik bidang pertanian, perkebunan dan kelautan. Selama Rocky memimpin, Aceh Timur saat ini sudah maju. Dulu-nya perkantoran Aceh Timur berada di Kota Langsa, tapi sekarang sudah di Idi. Untuk mengurus KTP, KK dan lainnya dulu kita harus ke Langsa, tapi sekarang sudah bisa di Idi. Kota Idi yang dulu-nya sepi, sekarang sudah maju, bahkan pembangunan terjadi dimana-mana, ujar Zulkifli yang juga eks-Tripoli seangkatan dengan Nek Tu.
Masih menurut Zulkifli, seharusnya Nek Tu cukup bertahan di DPR Aceh, karena keberadaannya di DPR Aceh juga akan membantu pembangunan Aceh Timur di masa yang akan datang.
Kita berharap terhadap eks-Tripoli lain di Aceh dan di luar Aceh untuk mendukung calon Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati dalam pilkada mendatang yang diusung Partai Aceh, karena melahirkan PA ini butuh perjuangan lebih 32 tahun dan ribuan anak menjadi yatim di Aceh gara-gara konflik berkepanjangan, ucap Zulkifli.[]

