IDI – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (LP) Cabang Idi, Aceh Timur. Kedatangannya didampingi anggota Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) untuk melihat kondisi LP dan aktivitas warga binaan, Kamis, 27 Juli 2017.

Kepala dan petugas LP setempat menunjukkan sejumlah lukisan dan beberapa hasil kerajinan tangan warga binaan. Haji Uma merasa terpesona saat melihat lukisan dan karya seni lainnya yang dibuat warga binaan tersebut.

Haji Uma memberi apresiasi terhadap produk kreativitas seni dari warga binaan tersebut. Ia berharap pihak LP meningkatkan pendampingan dan mengupayakan metode pemasarannya. 

“Hasil kerajinan tangan warga binaan punya nilai seni tinggi dan memiliki prospek pasar yang bagus untuk komersialisasi. Saya harap Kepala LP memberi perhatian maksimal terkait peluang ini, sehingga akan bermanfaat bagi pemasukan ekonomi  warga binaan,” ujar Haji Uma melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 31 Juli 2017.

Haji Uma juga menyoroti masalah penempatan napi dalam ruang tahanan yang over kapasitas. “Jumlah ideal napi hanya 60 orang, tapi kini dihuni 360 napi dengan jumlah petugas sipir empat orang. Kita harap pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM untuk meningkatkan kapasitas bangunan LP Idi, sehingga bisa menampung jumlah napi dengan layak, tidak seperti sekarang ini,” ucapnya.

Terkait dengan jumlah petugas, menurut Haji Uma, saat ini Kementerian Hukum dan HAM sedang berupaya meningkatkan jumlah sipir dengan membuka penerimaan CPNS sebanyak 14.000 untuk ditempatkan di seluruh Indonesia.

Haji Uma sempat berdialog dengan salah seorang warga binaan perkara narkoba yang baru selesai menjalani masa tahanan dan akan mendapatkan bebas bersyarat. Haji Uma memberi nasihat agar menanamkan semangat perubahan diri dan tidak mengulangi pelanggaran hukum. 

Haji Uma juga memberi bantuan untuk biaya transportasi dan keperluan lain saat warga binaan itu kembali kepada keluarga. “Ini bantuan seadanya dari saya, semoga dapat bermanfaat. Ingat, setelah dari sini nanti, jangan pernah kembali lagi ke sini,” kata Haji Uma.[]