BANDA ACEH – Aktivis Aceh Juanda Djamal disebut-sebut menjadi salah satu figur yang layak memimpin Aceh Besar di masa mendatang. Nama pendiri Saree School dan Beng Mawah Aceh ini bahkan masuk dalam bursa calon Bupati Aceh Besar pada Pilkada 2017 mendatang.

“Sebenarnya inisiatif kawan-kawan. Benar nama saya diusung menjadi calon Bupati Aceh Besar. Polling turut mencantumkan nama saya karena dinilai kurangnya figur yang bakal bertarung,” ujar Juanda Djamal ketika dihubungi oleh wartawan portalsatu.com, Jumat, 12 Februari 2016. 

Dia mengatakan sebenarnya dalam polling yang dilaksanakan Dunia Pendidikan tersebut juga terdapat nama-nama para politisi seperti Mawardi Ali politisi PAN, Saifuddin Yahya atau Pak Cek Ketua PA Aceh Besar, dan Faisal Usman politisi Golkar Aceh Besar. 

Selain itu ada juga nama Mukhlis Basyah incumbent, Ansari Muhammad dari Golkar, Syamsul Rizal wakil bupati, Musa Bintang dari NasDem, dan Anwar Ahmad Wakil Bupati Aceh Besar periode 2007-2012. (Baca: Ini Kata Pak Cek Soal Calon Bupati Aceh Besar)

“Hasil polling menunjukkan nama saya berada di empat besar bersama Mawardi Ali (PAN), Saifuddin Yahya (PA), dan Musa Bintang (NasDem),” katanya.

Namun dia mengatakan polling tersebut baru pada tahap penjaringan. Hal ini dilakukan berdasarkan adanya gagasan melakukan langkah-langkah strategis setelah 10 tahun damai. “Untuk memperkuat proses damai atau pembangunan berkelanjutan.”

Menyikapi hal tersebut, Juanda mengaku harus ada langkah-langkah politik yang diambil. Apalagi selama ini Juanda kerap aktif di ranah sosial dan merasa harus ada langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pengambilan kebijakan untuk memperbaiki daerah tersebut.

“Jadi mengambil langkah politik sudah sebuah keharusan supaya Aceh lebih maju, tidak hanya di Aceh Besar. Apalagi melihat dinamika Aceh saat ini,” katanya.

Juanda Djamal mengaku hingga kini belum melakukan pendekatan dengan partai politik baik lokal maupun nasional. Meskipun dia mengaku selama ini instens dengan salah satu partai lokal sebagai tim asistensi.

“Bertahap dulu lah (sembari tertawa). Jadi yang harus ditekankan adalah bagaimana membangun Aceh Besar sebagai daerah satelit dan harus jadi model di Aceh. Kita juga ingin mengubah pola pikir publik agar jangan semata-mata melihat hal ini dengan materi. Enteuk ka dipeugah kiban cara di ek meu peng tan (nanti sudah dicibir bagaimana mencalonkan diri uang saja sudah tidak ada),” ujarnya.[]