Karya Taufik Sentana
Ia tak bisa melompat. Singgah di tikungan maut
dan meraba suara jam menjelang senja.
Kata kata itu hanya merambat, bahkan sampai
ke pundak yang penuh asam laktat.
Kata kata itu diperam tanpa karbit
hingga inti dagingnya yang berserat
dapat menghangati akal sehat.[]

