LHOKSEUMAWE – Korwil Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Aceh Mufazzal mengatakan muswil yang berlangsung di Unimal, 16 hingga 19 Desember 2016, sudah sesuai aturan AD-ART.

“Musyawarah sudah sesuai dengan AD-ART yang berlaku dalam FL2MI,” kata Mufazzal kepada portalsatu.com, Selasa, 20 Desember 2016, menanggapi kekecewaan peserta dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Universitas Samudera (Unsam).

Menurut Mufazzal, pernyataan yang ia sampaikan kepada peserta perwakilan UTU dan Unsam itu dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, UTU dan Unsam baru saja bergabung dalam FL2MI, termasuk Universitas Serambi Mekah.

“Mereka memang belum terdaftar dalam FL2MI wilayah Aceh. Mereka kami ajak bergabung. Untuk itu mereka hadir untuk pertama kali mengikuti Muswil FL2MI dan baru masuk sebagai anggota FL2MI wilayah Aceh,” kata Mufazzal.

Mufazzal menambahkan, pernyataan yang dirinya sampaikan itu sudah tertera dalam aturan. “Mereka bisa menyampaikan pendapat, artinya dapat hak bicara dan hak suara, tapi mereka belum bisa mengajukan diri menjadi koordinator wilayah. Aturannya harus ikut musyawarah nasional dulu minimal satu kali baru bisa, sedangkan mereka baru bergabung itupun baru ikut tingkat wilayah,” tegas Mufazzal, mahasiswa IAI Al-Aziziyah, Samalanga, Bireuen.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unimal, Muhammad Ali yang juga panitia pelaksana kegiatan itu mengatakan pihaknya telah melaksanakan tugas dengan baik.

“Kami sudah melaksanakan dengan baik dan sudah memfasilitasi para peserta semaksimal mungkin. Kami sebagai tuan rumah sudah bekerja mempersiapkan kegiatan ini sangat matang sehingga 15  kampus se-Aceh berhadir. Mengenai anggota FL2MI yang belum terdaftar atau sudah terdaftar itu semua pada koordinator wilayah FL2MI. Unimal sebagai tuan rumah sudah sangat baik dalam melaksanakan pekan legislatif dan musyawarah wilayah FL2MI tahun 2016,” kata Ali dihubungi portalsatu.com Selasa pagi.[]