LHOKSEUMAWE — Pangdam IM Mayjen TNI Moch Fachruddin mengatakan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), khususnya di Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara memberikan dua dampak positif. Selain membuka akses ke daerah terisolir, juga memudahkan masyarakat di kawasan dataran tinggi Aceh Utara menjangkau pasar-pasar di Lhokseumawe.

“Disini banyak pekebun kopi dan palawija, dengan ada jalan ini warga akan mudah menjangkau pasar-pasar di Aceh Utara dan kota Lhokseumawe,” ujar Pangdam saat menutup program TMMD di Nisam Antara, Rabu, 26 Oktober 2017

Pangdam menaruh harapan, ke depan kawasan Alue Dua akan menjadi kawasan penting di Aceh Utara dan menjadi sentra komoditi perkebunan, layaknya kawasan tengah Aceh.

“Bupati sampaikan persoalan tapal batas yang belum selesai, saya katakan perkara itu akan kita selesaikan sehingga ke depan tidak ada lagi masalah tapal batas,” ujarnya.

Sementara itu, penutupan TMMD Kali ini Kodim 0103/ Aceh Utara sengaja mendatangkan 201 penari saman langsung dari Gayo Lues. Aksi mereka di lapangan Alue Dua sangat menghibur masyarakat dan undangan yang hadir. Selain itu belasan Kowad dari Kodam IM dan Polwan dari Polres Aceh Utara  juga mempertontonkan kebolehan tari Tarek Pukat.

Sebelum upacara penutupan dimulai, warga dan undangan disuguhkan aksi menarik  marching band Pocut Meuriah Intan binaan istri Wali Kota Lhokseumawe Ernita.

“Ini adalah penampilan kedua kami di Aceh Utara. Sebelumnya kami juga tampil pada acara penutupan Opster TNI di Simpang Keramat. Semoga ke depan acara seni tetap diberi ruang dalam acara-acar besar pemerintah, tidak hanya saman namun tarian-tarian tradisi lainnya,” kata Zulkifli ketua Tm Saman Gayo.

Penutupan ini semula direncanakan dihadiri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Hinsa Siburian. Namun karena berbarengan dengan acara di tempat lain terpaksa dibatalkan.

“Beliau (Wakasad) tidak jadi hadir karena ada kegiatan penting yang tidak bisa diwakilkan, sehingga beliau meminta saya menutup TMMD di Aceh Utara,” kata Pangdam.[]