SAMALANGA – Dayah dinilai memberikan andil besar dalam menata dan memanusiakan manusia. Sentuhan masyarakat dayah diakui ataupun tidak telah memberikan kontribusi dan secara sistematis melahirkan para ulama dan cendikiawan.
Bagaimana upaya dayah untuk mewujudkan ureng beut untuk melakukan yang baik untuk perbaikan sistem pendidikan agama bagi generasi yang akan dating. Dayah telah membuktikannya dalam mendidik para santri atau ureng beut untuk menjadi para cendikiawan yang bermartabat bagi nusa dan bangsa, ujar Tgk. Faisal ar-Rimu, guru di Dayah Riadhul Mubarak al-Idrisiyah Tanjongan kepada portalsatu.com,1 November 2016.
Tgk. Faisal menyebutkan salah satu tujuan program pendidikan dayah untuk melahirkan kader-kader ulama yang mampu menjawab berbagai persoalan dan fenomena di tengah masyarakat.
Para teungku atau alumni dayah dalam masyarakat dituntut oleh situasi dan kondisi untuk mampu menyelesaikan berbagai fenomena, baik masalah agama, sosial masyarakat dan lainya hingga hal A sampai Z, kata kandidat master IAIN Malikussaleh Lhokseumaawe itu.
Menurut Tgk. Faisal, dayah di samping transfer of knowledge (mentransfer pengetahuan) juga berperan dalam transfer of spiritual. Karena itu, kata dia, jika ada pelaku pelanggaran di dayah akan diberikan hukuman untuk men-tarbiyahkan jiwa dan karakter. Santri tersebut akan diberi hukuman sesuai pelanggaran, dan iqab (hukuman) tersebut masih dalam konteks tarbiyah.
Agar santri tersebut mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Lembaga pendidikan Islam membina dan mendidik santri-santri yang mempunyai peran sangat signifikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dalam membentuk suatu benteng moral yang kokoh berpondasikan ilmu pengetahuan dan beramal saleh. Sehingga terwujudnya komunitas umat berakhlak dan dan bertakwa kepada Allah swt., ujar aktivis dayah dan kampus itu.
Dalam hal ini, Tgk. Faisal melanjutkan, kiprah ureng jak beut (santri) di dayah untuk membangun karakter dan pola pikir masyarakat bermoral memang bukanlah hal yang mudah. Terlebih dalam mengembleng anak-anak yang krisis moral di era sangat canggih dalam segala lini informasi dan teknologinya.
Ekses dari pengaruh global tersebut tidak sedikit orang tua yang memasukkan anaknya ke dayah. Hal yang sangat signifikan tidak lain adalah sangat sukar untuk menjaga mereka dari pengaruh lingkungan yang menjurus ke arah negatif, pungkas alumni IAI Al-Aziziyah Samalanga ini.[]



