SAMALANGA – Dalam tatanan kehidupan majemuk dan strata kehidupan kemasyarakatan multi-perbedaan, sebuah kepemimpinan merupakan hal mutlak dan harus dikelola dengan manajemen sebaik mungkin.
Kepemimpinan merupakan sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam multi-perspektif. Wacana kepemimpinan ini sudah lama dicetuskan dalam konsep Islam, ujar Tgk. Safur Baktiar al-Jeunewa, S.Pd., aktivis dan tokoh muda pendidikan Kota Juang Bireuen, Sabtu, 5 November 2016.
Menurut Tgk. Safur, membahas masalah sifat-sifat pemimpin ideal menurut Islam erat kaitannya dengan figur Rasulullah saw. Sosok baginda nabi merupakan pemimpin agama dan juga pemimpin negara.
Rasulullah merupakan example yang terbaik bagi setiap manusia, termasuk para pemimpin. Karena pada diri beliau mempunyai teladan yang patut dicontoh di segala lini kehidupan. Pada beliau hanya ada kebaikan dan perbaikan, ujar tokoh pendidik muda ini akrab disapa Abu Safur.
Tgk. Safur melanjutkan, dalam pandangannya persoalan kepemimpinan ini tentu saja sesuai dengan firman Allah dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 21: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
Guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib ini menyebutkan, umat Islam menginginkan kepemimpinan yang sesuai arahan Alquran dan hadis nabi sebagai sumber utama hukum Islam.
Salah satu hadis yang populer tentang kepemimpinan, menurut Tgk. Safur, bunyinya, Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Setiap kepala negara adalah pemimpin, dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinan (rakyatnya), setiap perempuan/ibu adalah pemimpin bagi rumah tangga suaminya dan anak- anaknya, ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin bagi harta tuannya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
Meurut Tgk. Safur, hadis itu memberikan sebuah gambaran bahwa pada dasarnya pemimpin dan kepemimpinan merupakan sebuah sunnatullah yang telah melekat pada setiap pribadi. Kepemimpinan sesuatu yang mutlak ada dalam setiap lini kehidupan, baik individual maupun dalam kaitannya dengan orang lain.
Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, kata Tgk. Safur. Meskipun kedua istilah ini berbeda definisi. Namun, seorang pemimpin pasti memiliki kepemimpinan dan setiap kepemimpinan pasti memiliki seorang pemimpin.
Sifat pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang cara memimpinnya berpedoman Alquran dan hadis sebagai sumber hukum primer ajaran Islam. Bukan semata-mata membuat aturan sendiri yang menyimpang dari ajaran Islam, ujarnya.
Manyoritas orang yang kurang mengerti tentang sifat-sifat pemimpin menurut pandangan Islam dan cara memimpin dalam Islam. Keaadaan ini sangat mengkhawatirkan, memandang banyaknya tingkah laku masyarakat yang tidak sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam, papar Tgk. Safur yang juga guru berprestasi di Kota Juang.
Tgk. Safur menambahkan, salah satu penyebab dari kekacauan yang akhir-akhir ini terjadi adalah peran pemimpin yang kurang mampu membawa masyarakat ke arah lebih baik menuju perbaikan dan kebaikan.[]




