SUBULUSSALAM – Kawanan gajah liar merusak kebun kelapa sawit milik masyarakat di Kampong Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa, 30 Januari 2024 sekitar pukul 21: 00 WIB.

Salah satu petani sawit Ramli (45) asal Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat mengatakan kebun kelapa sawit miliknya dirusak oleh kawanan gajah liar. Tanaman sawit tersebut sudah berusia sekitar empat tahun.

Namun apa hendak dikata, lahan yang diharapkannya untuk menafkahi keluarganya itu, saat ini kondisinya sudah porak-poranda akibat amukan kawanan gajah liar.

“Kebun saya itu sebentar lagi akan berbuah, namun apa hendak dikata, saat ini lahan saya sudah berguguran dibuat oleh kawanan gajah liar,” kata Ramli kepada wartawan, Jumat, 2 Februari 2024.

Dikatakan, kawanan gajah liar tersebut hampir setiap malam mendatangi kebun masyarakat yang bertani di daerah Desa Bawan lama tersebut, sehingga mereka pun terpaksa melakukan ronda malam untuk menghalau datangnya hewan yang dilindungi itu.

Pada malam Selasa tersebut, katanya, dia bersama masyarakat dan petani lainnya sudah berusaha kuat untuk menghalau satwa langka tersebut, namun karena kekurangan jumlah, mereka tidak bisa menghalaunya lagi, menyebabkan kebun Ramli dan petani lainnya diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar tersebut.

Atas peristiwa tersebut, Ramli meminta kepada Pemerintah Kota Subulussalam melalui dinas terkait agar memberikan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi petani sawit tersebut. “Kami mohon kepada pemerintah, agar memperhatikan dan memberikan solusi agar kebun kami tidak dirusak gajah lagi,” papar Ramli dengan nada sedih.

Selain itu, ia juga berharap kepada pemerintah agar berkenan memberikan bantuan bibit dan perawatan untuk menam kembali kelapa sawit di bekas lahan yang dihancurkan gajah tersebut.

Permasalahan kebun mereka diamuk gajah tersebut bukan terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi berkali-kali, sehingga mereka sudah mulai merasa putus asa untuk berusaha lagi.

Mereka juga mengharapkan kepada dinas yang menangani masalah satwa liar tersebut datang ke lokasi sekaligus menjinakan gajah liar untuk dibawa ketempat yang jauh dari kebun dan pemukiman warga.

Menanggapi keluhan petani sawit di Sultan Daulat, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam, Rosihan Indra mengatakan pihaknya akan mendata dan menerima laporan atas kerusakan tersebut, jika petani meminta bantuan bibit ke dinas belum punya kegiatan khusus dalam hal mengganti bibit sawit yang disebabkan oleh gangguan gajah.

“Laporan kejadian ini akan kami lanjutkan ke Dinas Perkebunan Propinsi Aceh,” kata Rosihan.

Ia menambahkan, bahwa penerima bantuan bibit kelapa sawit selama ini secara rutin diajukan sesuai prosedur, ada kelompok tani yang mengajukan proposal dan selanjutnya akan dibahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Subulussalam.[]