Sabtu, Juli 20, 2024

Pameran Honda & Servis...

BANDA ACEH - AHASS Distrik Banda Aceh mengadakan kegiatan Servis Gabungan (SERGAB) yaitu...

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...
BerandaKebakaran Pabrik Kembang...

Kebakaran Pabrik Kembang Api: Pemilik Dipanggil, Tujuh Saksi Diperiksa

Polisi akan memeriksa pemilik pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, yang meledak dan terbakar mengakibatkan 47 orang tewas.

“Sudah dipanggil, dan akan diperiksa Jumat (27/10) ini,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan.

Ia menyebut, pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses itu akan diperiksa sebagai saksi. Dan sejauh ini polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi.

“Ada dua orang yang merupakan tetangga dari pabrik itu, ada yang merupakan karyawan pabrik tapi tidak sedang berada di lokasi ledakan saat kejadian,” kata Argo Yuwono pula.

Disebutkan Argo Yuwono, polisi terus melakukan olah TKP,

“Belum, belum ada tersangka,” katanya ketika ditanyai wartawan.

Insiden kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, agaknya menimbulkan pertanyaan besar: seperti apa kondisi keselamatan kerja di dalamnya.

Selain itu apakah juga izin lokasi dari pabrik bahan berbahaya harus diteliti ulang? Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat setelah kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi Kamis, 26 Oktober 2017.

Polisi menyatakan jumlah korban meninggal mencapai 47 jiwa dan hampir semua jenazah berada dalam kondisi hangus terbakar sehingga sulit untuk diidentifikasi.

“Juga ada 46 orang yang masih dirawat karena luka bakar,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono.

Di balik kebakaran ini, serikat pekerja mencurigai pemerintah atau pihak berwenang tidak memperhatikan kondisi kerja di dalam pabrik.

“Soal K3, kesehatan dan keselamatan kerja tidak diperhatikan,” kata Sobirin, Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara Tangerang

Menurut Sobirin, selain kondisi pabrik, maka izin usaha kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut juga patut dipertanyakan. “Pemerintah seharusnya tidak menggampangkan izin sebuah industri atau perusahaan.”

Senada dengan Sobirin, pengamat tata kota Yayat Supriatna ikut pula mempertanyakan lokasi pabrik kembang api yang dekat dengan sekolah dan pemukiman penduduk.

“Ada aturan zonasi yang menempatkan fungsi kegiatan yang saling melengkapi. Ada hubungan fungsional, seperti sekolah dengan pemukiman. Tapi industri dengan risiko tinggi harusnya jauh dari pemukiman,” kata Yayat.

Yayat menambahkan izin mendirikan pabrik kembang api tersebut harus ditelisik lebih jauh karena sejatinya tidak mudah mendapatkan izin buat lokasi industri bahan berbahaya seperti pabrik kembang api.

Misalnya perlu ada gudang yang mampu menyimpan bahan berbahaya dengan aman. “Kalau bahan yang mudah terbakar, persyaratan gudangnya harus memiliki ukuran suhu yang aman. Itu ada atau tidak?” kata Yayat.

Selain lokasi dan standar pabrik, lanjut Yayat, juga perlu diperiksa kelengkapan jalur dan mekanisme penanganan bencana. “Ada emergency exit tidak? Pernah ada simulasi bencana atau tidak?” tuturnya.

Polisi memastikan akan meneliti semua hal terkait insiden tersebut namun, jelas Kepala Polres Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, “Saat ini kami masih fokus olah TKP dulu.”[]Sumber:bbc

Baca juga: