25.6 C
Banda Aceh
Jumat, Januari 28, 2022

Array

Kebakaran Pabrik Kembang Api: Pemilik Dipanggil, Tujuh Saksi Diperiksa

Polisi akan memeriksa pemilik pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, yang meledak dan terbakar mengakibatkan 47 orang tewas.

“Sudah dipanggil, dan akan diperiksa Jumat (27/10) ini,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan.

Ia menyebut, pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses itu akan diperiksa sebagai saksi. Dan sejauh ini polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi.

“Ada dua orang yang merupakan tetangga dari pabrik itu, ada yang merupakan karyawan pabrik tapi tidak sedang berada di lokasi ledakan saat kejadian,” kata Argo Yuwono pula.

Disebutkan Argo Yuwono, polisi terus melakukan olah TKP,

“Belum, belum ada tersangka,” katanya ketika ditanyai wartawan.

Insiden kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, agaknya menimbulkan pertanyaan besar: seperti apa kondisi keselamatan kerja di dalamnya.

Selain itu apakah juga izin lokasi dari pabrik bahan berbahaya harus diteliti ulang? Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat setelah kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi Kamis, 26 Oktober 2017.

Polisi menyatakan jumlah korban meninggal mencapai 47 jiwa dan hampir semua jenazah berada dalam kondisi hangus terbakar sehingga sulit untuk diidentifikasi.

“Juga ada 46 orang yang masih dirawat karena luka bakar,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono.

Di balik kebakaran ini, serikat pekerja mencurigai pemerintah atau pihak berwenang tidak memperhatikan kondisi kerja di dalam pabrik.

“Soal K3, kesehatan dan keselamatan kerja tidak diperhatikan,” kata Sobirin, Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara Tangerang

Menurut Sobirin, selain kondisi pabrik, maka izin usaha kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut juga patut dipertanyakan. “Pemerintah seharusnya tidak menggampangkan izin sebuah industri atau perusahaan.”

Senada dengan Sobirin, pengamat tata kota Yayat Supriatna ikut pula mempertanyakan lokasi pabrik kembang api yang dekat dengan sekolah dan pemukiman penduduk.

“Ada aturan zonasi yang menempatkan fungsi kegiatan yang saling melengkapi. Ada hubungan fungsional, seperti sekolah dengan pemukiman. Tapi industri dengan risiko tinggi harusnya jauh dari pemukiman,” kata Yayat.

Yayat menambahkan izin mendirikan pabrik kembang api tersebut harus ditelisik lebih jauh karena sejatinya tidak mudah mendapatkan izin buat lokasi industri bahan berbahaya seperti pabrik kembang api.

Misalnya perlu ada gudang yang mampu menyimpan bahan berbahaya dengan aman. “Kalau bahan yang mudah terbakar, persyaratan gudangnya harus memiliki ukuran suhu yang aman. Itu ada atau tidak?” kata Yayat.

Selain lokasi dan standar pabrik, lanjut Yayat, juga perlu diperiksa kelengkapan jalur dan mekanisme penanganan bencana. “Ada emergency exit tidak? Pernah ada simulasi bencana atau tidak?” tuturnya.

Polisi memastikan akan meneliti semua hal terkait insiden tersebut namun, jelas Kepala Polres Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, “Saat ini kami masih fokus olah TKP dulu.”[]Sumber:bbc

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Besok Ketua IKA USK Kukuhkan Amal Hasan Sebagai Ketua Ikafensy

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Keluarga dan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK)...

28 Nelayan Aceh Timur yang Ditahan di Thailand Tiba di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 28 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak April...

Kunjungi Pasien Tumor Tyroid di RSUD, TP PKK Subulussalam Berikan Bantuan

SUBULUSSALAM - Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap, S.E mengunjungi pasien tumor...

PT Kencana Produksi 6 Ribu Ton Getah Pinus, Segini Penghasilan Penderes

BLANGKEJEREN - PT Kencana Hijau Bina Lestari yang beroprasi di Desa Pinang Rugub, Kecamatan...

Besok, FISIP Unimal Gelar FGD Pj Kepala Daerah, Ini Tujuannya

LHOKSEUMAWE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) akan menggelar...

Ini Kata Amien Rais dan Wali Nanggroe Soal Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

BANDA ACEH – Tokoh politik nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi Indonesia, Amien...

Begini Pandangan Islam Terkait Korupsi

Tindak pidana korupsi tentunya melanggar hukum negara dan agama. Di dalam ajaran Islam, perbuatan...

KONI Pusat Gelar Rakor dengan Aceh-Sumut Kejar Persiapan PON 2024

JAKARTA – KONI Pusat menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumut,...

Wali Kota Lhokseumawe ‘Rombak Kabinet’, Ini Nama-Nama Pejabat Dilantik

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kembali 'merombak kabinetnya'. Kali ini, sebanyak 13...

Pegawai Kejari Gayo Lues Disuntik Vaksin Moderna

BLANGKEJEREN -- Pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues mulai disuntik vaksin moderna sesuai surat...

Praktisi Hukum Asal Dewantara Minta Polres Lhokseumawe RJ-kan Perkara Pencurian di PIM

LHOKSEUMAWE - Muhammad Reza Maulana, S.H., praktisi hukum asal Dewantara, Aceh Utara, meminta pihak...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Hafiz Gayo Lues Masih Terima Gaji, Segini Besarannya/Bulan

BLANGKEJEREN – Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues berinisial HS yang menjadi terdakwa...

Sembilan Realitas Kematian yang Sering Dilalaikan Manusia, Apa Saja?

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Maka sebagai Muslim perlu untuk mengetahui tentang kematian...

PNL Raih Peringkat Pertama Realisasi PNBP Terbesar

BANDA ACEH -- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil meraih peringkat pertama realisasi Pendapatan Negara...

Begini Kondisi Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Rp1,4 M, tak Tampak Plang

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...

Polres Gayo Lues Musnahkan 59,75 Kg Ganja Milik Pelajar

BLANGKEJEREN – Sebanyak 59,755 Kg ganja kering dimusnaskan di halaman Polres Gayo Lues, Selasa,...

PIM Gelar Coastal Cleaning Up di Pantai Bangka Jaya dan Danau Laut Tawar

LHOKSEUMAWE - Karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar kegiatan coastal clean up atau...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Minum Hafiz Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BLANGKEJEREN -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues menuntut masing-masing 7,5...

Pertumbuhan Keuntungan BUMA Belum Capai Target, Berapa Pendapatan Asli Aceh Hasil Blok B 2021?

BANDA ACEH – Pertumbuhan keuntungan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) sampai tahun 2020 belum...

Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Tahun 2021 Dikerjakan Hingga 2022, Dananya Diblokir

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...