BANDA ACEH – Tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah belum dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan beruang yang terkena jerat masyarakat.
Setelah dioperasi, kini beruang madu yang terkena jerat masyarakat di Gampong Ie Tarik 2, Kec. Simpang Keramat, Lhokseumawe, dibawa oleh anggota BKSDA Aceh.
Arman Sayuti, Kepala Lab Klinik FKH Unsyiah mengatakan, kebersihan kandang sangat mepengaruhi proses jalannya penyembuhan.
“Itu tergantung, kalau memang kita rajin bersihkan kandang dan kandangnya terlihat bersih itu proses penyembuhanIya akan berlangsung cepat. Kalau kandangnya beol (buang air besar) tidak ada yang bersihkan itu akan lama proses penyembuhan lukanya,” kata Arman.
Selama di BKSDA Aceh Arman Sayuti mengatakan, mereka juga akan melakukan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, di BKSDA Aceh juga terdapat beruang yang telah diamputasi mereka.
“Ini dibawa ke BKSDA, selanjutnya kita rutin kita lakukan pemeriksaan dan di sana juga ada satu (beruang) yang dari Waila yang juga kita amputasi di sini, seakrang lagi tahap penyembuhan,” kata Arman.[]


