BANDA ACEH – Kedatangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke acara Maulid Nabi Muhammad yang dilaksanakan FOBA (asrama mahasiswa Aceh) di Jakarta mengundang reaksi negatif dari publik Aceh. Hal ini disebabkan karena petahana DKI Jakarta ini sekarang masih berstatus terdakwa kasus penistaan agama.

Beragam komentar miring muncul akibat kedatangan Ahok di acara tersebut, termasuk dari alumni Asrama FOBA Jakarta di Aceh. Bahkan, alumni Asrama mengutuk panitia yang mengundang Ahok ke acara keagamaan itu.

“Undangan terhadap Ahok bukan sekedar undangan terhadap pemerintah DKI, undangan tersebut patut diduga telah didesain oleh petualang politik busuk untuk memecah belah ukhuwah islamiyah antara mahasiswa dan masyarakat Aceh di Jakarta,” ujar Husaini Jamil, salah satu alumni Asrama FOBA, melalui siaran pers yang dikirim ke awak media, Minggu, 5 Maret 2017 malam.

Siaran pers tersebut turut menyertakan beberapa nama alumni Asrama FOBA Jakarta, seperti Irfan Sofni (1995 – 2004), Nuriawan (1993 – 2006), Husaini Jamil (1993 – 2008), Sarjev (1994- 2000), Fajran Zain (2000 – 2002), Tgk. Jamaluddin (1999-2002), Munzir al Munir (1989 – 2000), Deni Fidiata (1999 – 2005), Mursyidan (1999 – 2005), Sabri (2000 – 2006), Irwanda (2000 – 2015), Tgk. Nazaruddin (1995  2004), dan Muhammad Insa Ansari (2001 -2003).

Selain itu, ada juga Miswar (1994 – 2000),
M. Yusuf  Syuhada (2003 – 2008), Evanda (1999 – 2005), Ayatullah Bani Baet (2001 – 2005), Zulfan (2000 –  2005), Zaljalalah (1995 – 2005), Said Abdurrahman (1990 -1996), Sayuthi (1997 – 2000), Zulkarnain Abdullah (1999 – 2008), Murtadha (2005 – 2013), dan DR. Ilyas (2000 – 2005).

Dalan siaran pers tersebut, Forum Alumni FOBA Jakarta di Aceh turut mengutuk para politisi busuk yang telah menunggangi acara sakral keagamaan yang diselenggarakan mahasiswa asrama FOBA. 

Di sisi lain, mereka memberi apresiasi kepada tokoh-tokoh masyarakat Aceh di Jakarta yang langsung meninggalkan lokasi acara, pada saat Ahok datang di lokasi.

“(Kami) mengajak elemen masyarakat lain, baik di Jakarta maupun di Aceh, untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah di atas kepentingan politik sesaat,” kata Husaini Jamil.

Menyikapi reaksi negatif atas kedatangan Ahok tersebut, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad Asrama Mahasiswa FOBA Jakarta, Bustanul Ariffin, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan asrama. Setiap tahunnya, kata dia, pengurus asrama Foba di Jakarta juga turut mengundang seluruh elemen, baik tokoh tokoh di Jakarta dan Aceh, pejabat pemerintahan dalam wilayah DKI Jakarta maupun sejumlah organisasi kemasyarakatan, instansi militer/sipil dan rekan media.

“Peringatan Maulid juga bersifat undangan terbuka bagi masyarakat Aceh yang berdomisili di Jabotabek maupun yang sedang di Jakarta. Maka tamu yang datang dari berbagai kalangan tak dapat dihindari dalam rangka memeriahkan peringatan maulid,” kata Bustanul, dalam siaran pers kepada media, Selasa, 7 Maret 2017.

Menurutnya sangat keji bila ada pihak yang menunggangi kegiatan keagamaan tersebut untuk aktivitas kampanye politik dalam konstelasi pilkada DKI Jakarta yang kian ‘panas’. Hal tersebut, kata dia, berada di luar koordinasi maupun tanggung jawab panitia/pengurus.

“Kami menyesalkan adanya pernyataan sepihak yang mengatasnamakan forum tertentu tanpa mengonfirmasi kejadian sebenarnya, dan langsung menghakimi bahkan mengutuk panitia/pengurus FOBA. Hal tersebut telah berdampak luas, merugikan, dan mempengaruhi psikologis teman-teman FOBA yang gigih secara swadaya dan kerja keras menyukseskan peringatan maulid,” ujarnya lagi.

Namun, kata dia, pengurus dan panitia kegiatan berusaha dan sangat berhati- hati untuk mengeluarkan pernyataan demi menjaga ukhuwah Islamiyah sesama muslim, terutama masyarakat Aceh. Menurutnya pengurus juga akan membentuk tim dalam rangka evaluasi atas serangkaian kegiatan, termasuk mengusut tuntas bila ada oknum atau aktor ‘penunggang’ dengan tindakan tegas yang telah memicu keresahan serta image negatif  FOBA. 

“Walaupun demikian, secara jiwa besar dan hati yang tulus melalui pernyataan ini kami menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, dan kaum muslimin atas berbagai respon dan merasa tercederai nurani keimanannya dengan kehadiran Ahok yang tersangkut kasus penistaan agama,” kata Bustanul.

Dia berharap dengan keluarnya pernyataan resmi ini, pengurus dan panitia mengharapkan semua pihak dapat menahan diri, berpikir lebih dewasa, bijaksana dan mengakhiri berbagai polemik atas kasus kedatangan Ahok. Apalagi, kata dia, FOBA adalah wadah tinggal, belajar serta berkumpul mahasiswa yang punya cita-cita luhur mencintai Islam dan Aceh, serta bukan kendaraan politik siapapun dan tak terlibat dalam aktivitas politik praktis.

“Peringatan Maulid justru sebagai bentuk dan upaya kami terus belajar menjaga dan menjunjung nilai-nilai ketauladanan baginda Nabi, seperti tradisi indatu dan kebanggaan bangsa Aceh dari berabad-abad lamanya,” kata Bustanul.[]