BANDA ACEH – Koordinator USAID Lestari Provinsi Aceh, Ivan Krisna, mengungkapkan, kekeringan yang melanda Aceh di musim kemarau ini karena hutan rusak.

“Sampai hari ini penyumbang air terbesar sudah pasti hutan. Pada intinya sekecil apapun penebangan liar yang terjadi sudah pasti akan mempengaruhi ekosistem hutan,” kata Ivan kepada portalsatu.com melalui aplikasi WhatsApp, Selasa, 25 Juli 2017.

Meski tidak memiliki data yang begitu lengkap terkait kerusakan hutan di Aceh, tetapi aktivis lingkungan ini menjelaskan bahwa Hak Pengusahaan Hutan (HPH) juga terlibat di dalamnya.

“Tapi sepertinya sejak moratorium, walaupun itu untuk HPH, tapi juga berdampak ke aktivitas penebangan liar di Aceh yang saya pikir lebih berkurang dibandingkan masa-masa izin HPH sedang marak di Aceh,” kata Ivan.

Dia menyebutkan setiap penebangan berdampak pada kerusakan hutan. Hal ini menjadi ancaman dan juga memengaruhi perubahan iklim saat ini. Meskipun demikian, dia mengatakan, fenomena ini merupakan suatu hal yang lumrah.

“Persoalan satu lagi adalah ancaman dari perubahan iklim itu mulai nampak. Dimana cuaca yg tidak bisa diprediksi ikut juga menyumbang kondisi saat ini. Fenomena ini kan sudah lumrah. Musim hujan kita kebanjiran sedangkan musim kemarau kita kekeringan. Semuanya tidak terlepas kondisi di alam,” katanya lagi.[]