MEULABOH – Salah satu ciri khas bulan Ramadhan yakni menjamurnya pedagang musiman yang menawarkan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Jenis takjil yang ditawarkan para pedagang, ada yang unik dan menarik. Contohnya, kelapa bakar.

Kelapa bakar adalah kelapa muda yang sudah melalui proses pembakaran pada tungku atau alat pemanggang lain selama 3-4 jam, hingga dipastikan air di dalamnya sudah mendidih, serta daging kelapa lunak dan sari patinya bercampur dengan air kelapa.

Kelapa bakar memiliki isi yang legit, airnya harum dan terasa nikmat jika dicampur dengan sirup. Selain hanya terdapat di bulan puasa, menu satu ini juga tidak mudah ditemukan di tempat lain. 

Para penjaja kelapa bakar terdapat di Jalan Meulaboh – Tapaktuan, Kilometer 6, Gampong Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Konon, hal ini berkaitan erat dengan asal muasal kelapa bakar yang disebut-sebut berasal dari Peunaga Rayeuk.

“Ya, kelapa bakar berasal dari desa ini,” ujar salah seorang pedagang kelapa bakar, Mutia (39), ditemui portalsatu.com/, Senin, 21 Mei 2018.

Mutia menjual kelapa bakar Rp5.000 hingga Rp7.500 per buah, tergantung ukuran. Di bulan puasa ini, kelapa miliknya laku hingga ratusan butir tiap harinya. “Laku keras, tidak hanya di sini, orang ada juga yang minta dari Banda Aceh,” katanya.

Dia mengatakan, selain rasanya yang nikmat, kelapa bakar juga memiliki beberapa khasiat. Di antaranya, mengobati batuk ringan bagi anak-anak. “Sebagian juga percaya dapat mengobati diabetes, mempercepat kehamilan, dan mengobati batu ginjal,” ujar Mutia.

Seorang pembeli, Rudi, mengaku datang ke Peunaga Rayeuk untuk mencari kelapa bakar. “Dari kota, kita sengaja datang ke sini mau beli kelapa bakar. Di Meulaboh tidak ada, susah nyarinya,” kata Rudi.[]

Penulis: Rino Abonita