BANDA ACEH – Ketika sejumlah bus Aceh kini muncul dengan interior mewah dan suspensi tinggi, fasilitas yang canggih, tidak demikian kondisi bus PMTOH yang satu ini. Bodinya sudah tua, tanpa AC dan toilet. Bus ini sudah puluhan tahun beroperasi membawa penumpang lintas Sumatera sampai Pulau Jawa.
Bus tua itu menempuh trayek antarpulau, Sumatera-Solo-Jakarta. Inilah satu-satunya bus yang mengantar penumpang antarpulau. Bus ini adalah sejarah bus-bus yang ada di Aceh, beroperasi sejak tahun 60-an sampai sekarang.
Barangkali PMTOH ini bisa disebut bus “jantong hate” rakyat Aceh. Namun, perjalanan bus ini menyisakan cerita sedih sang sopir, yang mengemudi hingga pulau Jawa.
Salah seorang sopir itu adalah Syarif Ismail, 60 tahun. Lebih setengah umurnya, sudah 35 tahun, ia menjadi sopir. Pria asal Meureudu, Pidie Jaya tersebut sampai saat ini masih membawa penumpang Banda Aceh-Medan-Pekanbaru-Jakarta-Solo. Usia yang sudah renta tidak menyurutkan semangatnya untuk mengantar penumpang bus antarpulau.
Syarif Ismail berkeluh kesah terkait berkurangnya penumpang bus setahun terakhir. Sudah dua minggu, dia bertahan di terminal untuk menunggu penumpang antarpulau.
“Karena ada pesawat murah ke Jakarta, penumpang saya berkurang,” kata Syarif saat dijumpai portalsatu.com di Terminal Umum Bus, Batoh, Banda Aceh, Minggu, 3 April 2016.
“Saya minta tolong ke pemerintah, lihatlah sopir seperti saya, sudah dua minggu saya di sini menunggu penumpang, tolong harga tiket pesawat jangan dijual murah lagi, biar penumpang saya nggak berkurang lagi,” kata Syarif.
Syarif berharap ke depan busnya bisa kembali lagi beroperasi dengan lancar, tidak lagi seperti selama ini.
Masalah rezeki biar Allah swt., yang mengatur,” kata Syarif.[](tyb)
Laporan Ramadhan

