TAKENGON – Dua siswi yang terlibat duel seperti terekam dalam sebuah video dan menyebar di dunia Maya diduga merupakan siswa salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pegasing. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Tengah, Amru Saleh, melalui sambungan telepon, Senin, 20 November 2017.

Kedua siswi ini diduga berkelahi di lapangan pacuan kuda, Desa Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Amru mengatakan kasus ini telah ditangani pihak madrasah dengan cara memanggil kedua orang tua siswi. 

Amru menyebutkan perkelahian ini bermula dari kesalahpahaman kedua belah pihak. Lagipula sejumlah rekannya juga ikut memprovokasi sehingga berujung dengan perkelahian.

“Benar, keduanya anak kita. Mereka murid MAN Pegasing. Memang seragamnya ada yang berbeda saat itu. Yang satu seragam Pramuka dan satu putih abu-abu, mungkin salah pakai,” kata Amru.

Amru menyesalkan sikap sekelompok siswa yang berada di lokasi, yang terkesan membiarkan perkelahian itu terjadi. Mereka bahkan ikut merekam dan menyebarluaskan video perkelahian itu ke media sosial. Akibatnya, nama baik madrasah menjadi tercoreng.

“Ini kita sedang melacak siapa penyebar video itu karena persoalan kecil menjadi besar dengan vitalnya video tersebut,” ujar Amru.[]