ASYURA, satu dari sekian banyak sejarah dalam Islam yang selalu diperingati dalam tahun baru Islam atau Muharram, tepatnya 10 Muharram. Telah disebutkan bahwa Asyura itu berawal dari tragedi hari berduka atas gugurnya cucu Rasulullah Saw Sayyidina Hassan dan Husein di padang Karbala pada 10 Muharram tahun 61 Hijriyah, bertepatan 10 Oktober 680 Masehi. Yang dibunuh oleh militer Khalifah Bani Umayyah, yang dipimpin jenderal Yazid bin Muawiyah yang membawa dampak sangat besar dalam sejarah perkembangan Islam, sehingga di tahun berikutnya, umat mulai mengadakan acara peringatan mengenang peristiwa tersebut, namun lama kelamaan mulai banyak timbul amalan amalan yang menyimpang dari nilai Islam namun mengklaim semua dari tuntunan sunah nabi SAW. Sehingga muncul golongan ahli sunah waljamah untuk meluruskan.
Hadits Sahih Untuk Amalan Bulan Muharam
Fenomena di bulan Muharram dengan bermameka macamjenisnya, tentu saja meuai pro dan kontar.am ibadah yang dilakukan dinecerDi dalam kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasua (9 Muharram)]
Hadits yang Pertama:
Semenatara itu An Abi Abbas ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: shauma yaumi asyuraa, au amara bishiamihi. Panggilan dengan haisytDari Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma-, Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. (Muttafaqun Alaihi).
Hadits yang Kedua :
An Abu Qatadah -radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shaal an shiama yaumi asyuraa faqoola:yakfurushanatil madhyah
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, (Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. (HR. Muslim).
Dalam hadist yang lain juga disebutkan bunyinyaLainnya:Dan puasa pada hari Arafah aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ASYURA (tanggal 10 Muharram) aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu. [Shahih riwayat Imam Muslim, Abu Dawud , Ahmad , Baihaqi, dan lain-lain].
Disebutkan dalam kitab Nihayatuz-Zein Syekh Nawawi, sebagai berikut ; (1. Melaksanakan Shalat sunnah yang paling utama shalat Tasbih, 2. Melakukan Puasa Sunnah, berikut tanggal 9 Muharram-nya, dan paling utama 10 hari, dari tanggal 1 s/d 10 Muharram , 3. Melakukan Sodaqoh, , 4. Melakukan keleluasaan keluarga artinya menambah dana belanja, membelikan baju baru dll., 5. Melakukan Mandi Sunnah,, 6. Melakukan kunjungan pada Alim Ulama yang soleh,, 7. Menengok orang yang sedang sakit, , 8. Mengusap kepala yatim, artinya memberi kasih sayang seperti dengan menyantuni mereka,, 9. Memakai celak mata, , 10. Menggunting kuku, , 11. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali, , 12. Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, sama seperti pada hari raya).
Melakukan puasa asyura dapat menghapus dosa selama setahun, dan melakukan Keleluasaan keluarga adalah berdasar makna redaksi hadits yang sudah tersurat, sedang ibadah yang lainnya (seperti 12 ibadah yang disebutkan di atas) merupakan makna yang tersirat baik dari ayat-ayat Quran ataupun hadits-hadits. (Nihayatuz-Zein, hal 196).[]


