BANDA ACEH – Banyak yang terkejut ketika mantan Panglima Operasi Wilayah Batee Iliek Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Husaini M Amin, mengumumkan Azwar A Gani sebagai pendampingnya di Pilkada 2017 di Bireuen. Kenapa tidak? Selain usianya yang relatif masih muda dan terbilang masih seumuran jagung di kancah politik, Azwar juga tidak memiliki modal yang cukup untuk membantu Teungku Bate dari segi finansial.

Namun Teungku Batee, sapaan akrab Husaini M Amin memiliki alasan khusus menerima Azwar sebagai calon wakil, di tengah ramainya tokoh-tokoh di Bireuen yang menawarkan diri.

“Sejauh ini kami mempunyai persepsi yang sama terkait persoalan sosial yang ada di sekeliling kita, terutama persoalan dalam membangun Kabupaten Bireuen,” ujar Teungku Batee kepada portalsatu.com, Kamis, 4 Agustus 2016.

Teungku Batee mengatakan sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus yang diterapkannya dalam memilih wakil. Namun dia mengaku tertarik dengan Azwar karena sosok muda ini dinilai energik, idealis, dan memiliki visi misi yang sama dengan dirinya dalam membangun Bireuen.

“Dia juga berpengalaman dalam sejumlah organisasi,” kata Teungku Batee.

Mantan kombatan yang mempelopori perkebunan buah Naga ini juga ingin menjadikan Azwar sebagai contoh bagi pemuda di Bireuen.

“Kita ingin Azwar menjadi contoh bagi kaum muda Bireuen untuk tidak takut berkiprah dalam dunia politik. Pemuda harus terlibat aktif, karena masa depan bangsa dan agama, khususnya di Bireuen, ada di tangan para pemuda,” katanya.

Di sisi lain, Teungku Batee juga mengaku memiliki basis massa yang kuat di lapangan. Hal ini diutarakannya menjawab pertanyaan seberapa besar peluang menang di Pilkada Bireuen, terutama jika melihat adanya Ruslan yang adalah incumbent. Belum lagi keikutsertaan Khalili yang diusung Partai Aceh, dan juga Tu Sop yang memiliki basis massa militan di dayah-dayah.

“Kita terus berkerja untuk mencapai hasil yang maksimal. Kesiapan kami di lapangan juga sama seperti kandidat lainya, kita terus mengajak masyarakat berkerja,” katanya. 

Dia juga mengaku tidak memiliki masalah dengan kandidat lain yang bakal mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Bireuen. Bagi Teungku Batee, Pilkada 2017 adalah momentum mempererat tali silaturahmi dengan semua pihak.

“Semua calon kandidat yang ikut dalam pilkada Biruen adalah saudara-saudara saya, tidak ada perbedaan untuk mencapai persatuan, ini yang selalu kami kedepankan,” ujarnya.[](bna)