BANDA ACEH – Komisi I DPRA meninjau langsung kondisi perbaikan pesawat angkut militer Amerika Serikat, Boeing 707, di Bandara SIM Blang Bintang, Jumat, 31 Maret 2017. Dalam tinjauan tersebut, pihak legislatif turut mengajak dua elemen sipil yang memiliki latarbelakang antirasuah dan advokasi, GeRAK dan YARA.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar dari sejumlah pihak, terkait peran dan hubungan dua elemen sipil tersebut dengan pesawat militer Amerika Serikat di Aceh. Mengenai hal ini, anggota Komisi I DPRA, Iskandar Usman Alfarlaky memaparkan alasan mereka turut melibatkan GeRAK dan YARA.
Ini kan memantau hanya bentuk pengawasan, kata Iskandar Usman.
Dia mengatakan pengawasan dan pemantauan terkait Aceh dapat dilakukan oleh siapa saja. “Bisa dilakukan oleh pemerintah, bisa dilakukan oleh teman LSM. Ya, hanya sebatas itu,” kata Iskandar.
Sebelumnya diberitakan, Komisi I DPRA turut mempertanyakan lamanya perbaikan pesawat Amerika Serikat di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh. Mereka juga mempertanyakan isi kargo yang dibawa pesawat angkut militer milik negara “Paman Sam” yang berangkat dari pangkalan Diego Garcia, Samudera Hindia menuju Jepang tersebut.[]


