SUBULUSSALAM – Sebagian masyarakat Subulussalam mulai apatis dengan pesta demokrasi di Aceh. Mereka juga mengaku jenuh dengan janji-janji manis yang disampaikan para kandidat calon Gubernur Aceh kepada warga ketika berkunjung ke daerah.
Salah satunya adalah Ambri, yang menjajakan durian musiman di Jalan Teuku Umar, depan Lapangan Beringin, Subulussalam. Pria berusia 30 tahun ini bahkan menilai siapa saja pemimpin Aceh ke depan tidak akan mengubah nasib mereka.
“Ise pe Gubenokh Aceh, nasibta dos sambing (siapa saja Gubernur Aceh, nasib kita sama saja). Kade poda i buwal kerina (apapun tak ada itu bohong semuanya),” ujar Ambri, kepada portalsatu.com, Kamis, 14 Juli 2016.
Sebagai pemilih, Ambri juga mulai pesimis terhadap calon pemimpin Aceh periode 2017-2022.
Hal senada juga disampaikan Sanusi, 40 tahun, yang juga penjual durian di Subulussalam. Pria yang sudah memiliki tiga anak ini mengaku tidak tertarik mengikuti pilgub setelah banyak calon tidak menepati janji saat kampanye.
“Mereka butuh sama kami ketika waktu kampanye saja, tim sukses rela datang ke rumah-rumah supaya memilih calon tertentu karena punya program bagus. Tapi kenyataannya tidak ada, semua angin surga,” kata Sanusi.[]
Laporan: Dirman Bakongan

