SUKA MAKMUE – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya Samsul Kamal menjelaskan, semburan gas di wilayah Melur 10 Gampong Krueng Itam Kecamatan Tadu Raya, merupakan gas liar.

“Itu hanya gas liar di mana terbentuk dari pembusukan tumbuhan yang kemudian menjadi bio gas, ketika digali langsung muncul,” jelas Samsul dihubungi portalsatu.com, Jumat, 13 Mei 2016.

Samsul mengatakan, semburan gas tersebut tidak berdampak besar, apalagi membahayakan warga sekitar. Api yang ke luar, kata dia, juga hanya sejengkal jari manusia.

“Ketika kita ke lokasi semburan, kita melihat tidak membahayakan, karena tekanannya itu dikategorikan kecil, juga perkiraan kami dua atau tiga hari lagi akan habis. Untuk wilayah kita sendiri di Nagan Raya banyak kandungan gas liar karena pelapukan sampah -ampah dari zaman,” jelas Samsul.

Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya sejak 10 Mei 2016, digaduhkan dengan ditemukannya semburan gas alam di lokasi pembuatan sumur bor.

Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga di kawasan Melur 10 Dusun Mulia gampong setempat hendak membuat sumur bor di halaman depan rumah.

“Waktu itu saya tidak melihat adanya tanda-tanda gas di dalam lokasi pengeboran sumur, kita sudah tanam pipa kira-kira sedalam 12 meter. Tiba-tiba, dari dalam tanah ke luar uap seperti gas tapi tidak berbau seperti gas LPG,” ujar Sutoyo. (Baca: Di Nagan, Gali Sumur Bor Muncul Gas)[]

Laporan Riski Bintang