LHOKSUKON – Rombongan Kepala Sekolah dan Guru dari Sub Rayon 02 Aceh Utara mengikuti kegiatan Belajar Bersama Museum Islam Samudra Pasai, dalam rangka memeriahkan Hari Museum ke-6, Selasa, 12 Oktober 2021.

Ketua Sub Rayon 02 Aceh Utara, Dra. Rusmaniah, M.Pd., mengatakan kegiatan belajar ini penting diikuti para guru dan kepala sekolah untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan tentang sejarah Samudra Pasai. Di mana selama ini pelajaran sejarah Samudra Pasai atau sejarah umumnya di sekolah-sekolah sedikit sekali.

“Di sisi lain, belajar di museum adalah bentuk kecintaan kami kepada tinggalan leluhur. Kalau tidak kenal mana mungkin kita sayang dan mengerti,” kata Rusmaniah dalam sambutannya.

Menurut Rusmaniah, pengetahuan yang diperoleh para kepala sekolah dan guru tentang sejarah Samudra Pasai dari hasil kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM), termasuk apa saja benda tinggalan sejarah yang masih dilestarikan di museum itu, nantinya dapat disampaikan kepada anak didik mereka di SMP masing-masing.

“Hal yang terpenting bahwa menyadari karakter dari leluhur kita yang akan menjadi karakter generasi muda yang menghadirkan identitas satu masyarakat,” tambah Rusmaniah.

(Foto: Istimewa)

Sebelumnya, kegiatan Belajar Bersama Museum Islam Samudra Pasai juga diikuti rombongan kepala sekolah dan guru dari wilayah lainnya di Aceh Utara. Di antaranya, para kepala sekolah tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lhoksukon mengikuti kegiatan BBM pada 13 Maret 2021 lalu.

Bendahara K3S Lhoksukon, Aceh Utara, Neni Misriana, S.Pd., yang juga Kepala SD Negeri 2 Lhoksukon, kemudian membawa rombongan sekolahnya mengikuti kegiatan BBM di Museum Islam Samudra Pasai, 26 Juli 2021.

Neni Misriana mengatakan kegiatan BBM itu sangat bermanfaat untuk kepala sekolah, guru, dan anak didik. Melalui BBM, para pelajar dapat melihat langsung koleksi-koleksi museum dan mendapatkan pengetahuan sejarah Samudra Pasai, sehingga akan memperkuat karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Kegiatan BBM itu pembelajaran yang efektif bagi para siswa. Jadi, kita tidak hanya memberikan gambaran atau teori saja yang mereka tidak tahu bagaimana bentuk koleksi museum. Tetapi dengan belajar di museum, mereka bisa melihat langsung seperti apa wujud koleksi bersejarah tersebut. Selain itu, juga sangat membantu menambah pengetahuan kepada dewan guru yang ikut dalam kegiatan BBM bersama siswa,” tutur Neni Misriana.

Seperti diketahui, Museum Islam Samudra Pasai di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, kembali menggelar kegiatan BBM, yang tahun ini melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Aceh Utara.[](*)