BANDA ACEH – Badan Kesbangpol Aceh, mengadakan acara sosialisasi pembauran kebangsaan tahun 2017 angkatan III di Aula Pemkab Aceh Tamiang Kamis 27 Juli 2017 pukul 09.00 WIB.
Jumlah Peserta seluruhnya yang hadir 50 orang, terdiri dari aparatur, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, siswa siswi SMA dan santriwan/ santriwati
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati yg diwakili oleh Asisten Ill Setdakab A.Tamiang Drs. Rianto Waris. Acara tsb dihadiri para undangan dari Dandim 0104/ yg mewakili, Kapolsek/yg mewakili, Camat dan Kepala Sekolah.
Mewakili Bupati, Drs. Rianto Waris mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri no 34 tahun 2006 tentang pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.
Mewakili kaban Kesbangpol Aceh, kabid bina idiologi wawasan kebangsaan dan kharakter bangsa, Restu Andi Surya, SSTP,MPA, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa perlu meningkatkan fungsi FPK sebagai wadah komunikasi, koordinasi dan fasilitasi penguatan pembauran kebangsaan, guna menghindari terjadinya konflik vertikal dan horisontal, sehingga dapat meningkatkan komunikasi antar kelompok etnik dalam menjalin silaturahmi untuk membentuk kehidupan yang rukun dan damai.
“Pancasila merupakan dasar konsepsi penjabaran wawasan kebangsaan yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu dijadikan petunjuk arah bagi upaya pembauran kebangsaan dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan selain sebagai petunjuk dan arah digunakan juga sebagai pedoman dan media pikir dalam mengelola pembauran kebangsaan perlu ada gerakan kebangsaan melalui FPK untuk memperkuat wawasan kebangsaan,” kata Restu.
Asisten administrasi dan umum sekdakab Aceh Tamiang menyampaikan bahwa sosialisasi pembauran kebangsaan tidak lepas dari nilai-nilai kebangsaan yang diperkuat 4 (pilar) yaitu, pertama, Pancasila sebagai dasar negara. Kedua, UUD Negara RI 1945 sebagai konstitusi engara dan dasar negara. Ketiga, Bhineka Tuggal Ika merupakan semboyan sekaligus prinsip negara. Keempat, NKRI.
“Saya mengharapkan, sosialisasi ini dapat memberikan pencerahan dan pendidikan kebangsaan kepada semua peserta serta berperan aktif dan dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan pada hari itu, mengingat para narasumber yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Badan Kesbangpol Aceh harap dapat membantu Pemkab Aceh Tamiang melalui kegiatan ini,” katanya.
Acara ini dihadiri 3 orang nara sumber yaitu Dra Lailisma dengan judul Wawasan Kebangsaan dan masa depan bangsa. Naimah dengan judul Pentingnya Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan di daerah, dan ketiga Oki Kurnia. S. STP dengan judul Kebijakan pemerintah Kab Aceh Tamiang dalam pemeliharaan pembauran kebangsaan di daerah.[]

