Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaKetika Damin Keliling...

Ketika Damin Keliling Indonesia Pakai Ontel Singgah di Kantor Bupati Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Seorang pria paruh baya bersepeda butut masuk pekarangan kantor Bupati Aceh Utara, Rabu 19 Juli 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah PNS tampak heran melihat sosok yang mengenakan celana merah dan baju berkerah warna putih tersebut.

Pria itu mengenakan pakaian layaknya murid sekolah dasar lengkap dengan dasi. Sepeda ontel dicat merah dengan pelat di depan bertuliskan “Keliling Indonesia” semakin menarik perhatian para PNS.

Namanya, Damin, 42 tahun, asal Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Ia baru saja tiba di Lhokseumawe setelah bersepeda ontel dari kampung halamannya. Usai memarkirkan ontelnya, Damin masuk gedung Sekretariat Kabupaten Aceh Utara dan melangkah ke ruangan bupati.

“Tidak ada bupati, saya sudah lihat ke ruangnya. Ya, sudah tidak apa-apa, yang penting saya sudah sampai ke Aceh ya, di Lhokseumawe ini,” kata  Damim kepada portalsatu.com sambil mengusap wajahnya yang terlihat letih.

Tidak ada yang menyambutnya di kantor bupati tersebut. Padahal, sejumlah asisten termasuk para kepala bagian ada di kantor itu. Tidak ada rasa kecewa, Damin tetap menebar senyum ke sejumlah orang yang menyapanya.

“Ontel ini harta saya dan sudah lama bercita-cita keliling Indonesia dengan sepeda, ya karena hanya ontel yang saya punya. Alhamdulillah saat ini sudah terwujud walau hanya sebatas Pulau Sumatera,” kata pria murah senyum itu.

Berbekal restu dari istri dan dua anaknya, dan uang Rp130 ribu, Damin meninggalkan rumah  mengayuh ontel  dengan bendera merah putih untuk mewujudkan cita-cita keliling nusantara. Jika dihitung-hitung berangkat sejak pertengahan Maret lalu, perjalanannya sampai ke Aceh sudah dua bulan lebih.

Ayah dua anak tersebut bekisah. Motivasi dirinya berkeliling Indonesia ingin mengkampanyekan Indonesia damai, bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas.  Ia menilai banyak nyawa melayang di jalan raya karena masyarakat tidak tertib berlalu lintas.

“Selama ini kita seperti sudah terpecah belah dan kehilangan jati diri bangsa yang selalu menyanjung tinggi keberagaman. Saya sebagai anak bangsa punya kewajiban untuk menyerukan kebenaran. Kebetulan nama saya Damin, singkatan dari Damai Indonesia, ya cocok lah dengan misi saya,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Ia sudah berhasil melewati beberapa provinsi, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera Utara dan yang terakhir Aceh. Setelah singgah di kota transit Lhokseumawe, Damin akan melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh dan berhenti di Kilometer Nol Kota Sabang.

Banyak suka duka yang dialami selama perjalanan, kehabisan uang makan, putus rantai roda, ban kempes dan lainnya. Namun, ia mengaku beruntung dan bersyukur menjadi warga Indonesia. Damin banyak mendapat bantuan dari orang-orang selama perjalanan.

Rencananya, apabila masih diberi kesehatan oleh Allah SWT, setelah berhasil menjelajahi Sumatera, ia akan melanjutkan perjalanan berpetualang keliling pulau Jawa, Kalimantan, Bali sampai Papua.

“Kita sebagai warga negara harus terus semangat, jangan putus asa. Sebarkan kebenaran, bebaskan anak-anak kita dari bahaya narkoba. Baik, saya berangkat lagi ya, doakan saja saya bisa sampai ke kota Sabang, saya ingin melihat keindahan ujung Sumatera langsung, selama ini hanya nonton di televisi,” tuturnya sambil pamit menuju kantor Wali Kota Lhokseumawe.[]

Baca juga: