BANDA ACEH – Kudeta gagal militer Turki yang terjadi pertengahan Juli lalu, ternyata menimbulkan banyak implikasi. Mulai dari munculnya teori konspirasi hingga permintaan untuk menutup semua lembaga yang berhubungan dengan Muhammad Fethullah Gülen.

Di Indonesia, hal tersebut turut menyita perhatian khalayak, terutama terkait dengan beberapa sekolah yang dianggap berhubungan dengan Muhammad Fethullah Gülen. Di Aceh sendiri terdapat dua sekolah yang dianggap memiliki hubungan dengan Muhammad Fethullah Gülen: Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School. 

Otoritas Turki, melalui siaran pers resminya meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menutup dua sekolah ini, Kamis, 28 Juli 2016. Negara yang kini dipimpin Erdogan itu menduga dua sekolah di Aceh tersebut berhubungan dengan Gulen–yang notabenenya dicap sebagai penggerak organisasi teroris di Turki.

Tepat sehari setelah informasi tersebut menyebar, banyak yang ingin menemui pengelola Sekolah Fatih. Diantara pengelola yang menjadi sasaran serangkaian pertanyaan itu adalah Sabar Risdati. Dia merupakan Kepala Sekolah Fatih Girl’s School di Aceh. Buku tamu hari itu dipenuhi dengan keterangan ‘bertemu kepsek’.

“Wali murid banyak yang datang untuk bertanya, dan pas saya bilang itu tidak benar, wali murid pun lega,” kata Sabar, saat ditemui  portalsatu.com, Jumat, 29 Juli 2016.

Ia mengatakan sekolah yang dipimpinnya saat ini tak bisa ditutup, jika alasan yang digunakan tidak tepat dan mengada-ada. Ia berani menjamin bahwa Fatih terbebas dari doktrin teroris.

“Tidak ada kurikulum atau mendoktrin siswa untuk menjadi teroris, mungkin bisa cek kurikulum kami,” kata dia.

Ia mengatakan Muhammad Fethullah Gülen bukanlah seorang yang memegang komado atas sekolah tersebut. Di sisi lain, Sabar menganggap Muhammad Fethullah Gülen hanya seorang ilmuan yang memiliki banyak karya.

“Sama seperti Hasan Al-Banna atau Al-Ghazali, saya dan guru di sini menganggap dia adalah seorang ilmuan. Jadi jika pun dia berpendapat begini, kami membandingkan dengan pendapat lain. Tidak serta merta ditelan,” ucapnya.[](bna)