SUBULUSSALAM – Ketua Aceh Future (AF) Wilayah Kota Subulussalam Farida Solin, mengharapkan berbagai perusahaan besar swasta yang beroperasi di kota tersebut agar memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal daripada mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah.
“Utamakan dulu warga lokal, kalau itu sudah dipenuhi, silakan rekrut tenaga kerja dari luar daerah,” katanya di Subulussalam, Selasa 20 April 2016.
Aktivis Subulussalam ini mengakui, kehadiran investor yang telah mendirikan perusahaan dapat mendorong kemajuan pembangunan Kota Subulussalam, namun yang lebih penting lagi kehadiran perusahaan itu hendaknya membawa perubahan yang positif bagi kesejahteraan warga lokal.
“Saya berharap para investor turut memberdayakan ekonomi warga dengan memberi mereka kesempatan untuk menjadi tenaga kerja,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan warga tentang adanya perusahaan yang dianggap diskriminatif yang lebih memilih mempekerjaan pendatang dari pada warga setempat perusahaan beroperasi.
“Karena sebelumnya ada perusahaan perkebunan yang lebih memprioritaskan tenaga kerja luar daerah sehingga mengesampingkan tenaga kerja lokal, dan kita tidak mau mendengar keluhan itu lagi,” katanya.
Ia menilai, perekrutan tenaga kerja lokal ini penting untuk dilakukan perusahaan, agar kehadiran investor tidak semata-mata dipandang untuk mengeruk keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena selama ini tidak sedikit warga lokal yang harus merasakan dampak buruk dari operasional perusahaan, seperti warga yang tinggal di sekitar perusahaan perkebunan banyak yang telah kehilangan mata pencariannya sebagai petani karena lahannya habis akibat perluasan lahan perkebunan.
“Dengan memprioritaskan rekrut tenaga kerja lokal setidaknya perusahaan ikut membantu program pemerintah daerah membuka lapangan pekerjaan dan menekan tingkat pengangguran di daerah,” katanya.[](tyb)



