BANDA ACEH – Ketua Harian Partai Aceh, Sarjani Abdullah membantah pameo ‘Dalam Politik tidak ada teman yang abadi, yang ada kepentingan yang abadi’.
“Kini kata istilah seperti itu sudah saatnya kita ubah menjadi ‘abadikan kepentingan bersama, dan tentu teman yang abadi pun akan ada’,” kata Sarjani, dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Aceh Partai Aceh, di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Selasa, 10 April 2018.
Sarjani sekali lagi mengulangi pesannya bahwa ‘kepentingan bersama’ yang dimaksud adalah ‘kepentingan Aceh’, yang telah disepakati bersama.
“Saya yakin bila kerjasama terus menerus, Insyaallah teman yang abadi akan terus ada,” kata Sarjani.
Sehubungan dengan semua kekurangan dalam bekerja Partai Aceh di masa lalu, Partai Aceh akan bekerja keras untuk Aceh yang lebih baik mulai sekarang dan masa akan datang.
“Masaalah kekurangan yang telah terjadi di masa lalu biarlah menjadi kenangan. Dengan saling menjalin kerja sama yang baik tentu akan bisa menciptakan solusi yang baik dalam membangun masa depan Aceh,” kata Sarjani.
Pelantikan para pengurus PA 2018-2023 tersebut dilakukan Ketua Tuha Peuet Partai Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, yang juga Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh.
Acara tersebut dihadiri seribuan orang yang terdiri dari seluruh petinggi PA dari 23 kabupaten/kota atau 17 Wilayah administrasi KPA (Komite Peralihan Aceh). Hadir pula Wakill Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Farid Wajdi, Forkominda Aceh, para petinggi parnas dan parlok, dan para jurnalis dari berbagai media.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebelum pelantikan pada malamnya, pengurus Partai Aceh terlebih mengadakan do’a bersama dan santunan anak yatim di makam Tgk Chik di Tiro di Meurheu, Indrapuri, Aceh Besar, pada sore harinya.[]
Penulis: Jamaluddin




