BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Demokrat Republik Indonesia (DPD-PDRI) Nur Akmal, S.E, M.M menilai, banyak aktivitas perempuan yang kurang mendapat tempat di media massa, sehingga perlu kerja keras untuk membangun sumber daya perempuan baik dari segi ekonomi, politik, budaya dan sosial.
“Pers di Aceh kurang responsif gender, banyak kegiatan kemasyarakatan perempuan yang kurang mendapat ruang,” kata Nur Akmal saat menyampaikan pidato pembukaan Musda I DPD PDRI Aceh di Hotel Grand Aceh II, Batoh, Banda Aceh, Minggu malam, 24 Januari 2016.
Menurut Nur Akmal, peran media sangat penting untuk mendukung peran politik perempuan di tengah masyarakat, selain menjadi motivasi juga penting untuk mendorong intelektual perempuan di tengah sosial kemasyarakatan.
“Saat ini persentase peran perempuan di tengah masyarakat sangat kecil, terutama di bidang politik. Perlu dibangun kerjasama yang kuat untuk menempatkan perempuan agar lebih strategis dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.
Hingga kini kata Nur Akmal, DPD PDRI Aceh sudah ada di 23 kabupaten kota, 204 pimpinan Cabang, dan ada 400 ranting. Hadir di acara pembukaan Ketua Umum DPP PDRI Titiek Santoso, Wakil Ketua DPR Aceh Dailimi AK, Ketua Fraksi Partai Demokrat H.T. Ibrahim, anggota DPR Aceh Jamiddin, Ibnu Rusdi, dan Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah.[] (ihn)

