TAPAKTUAN – Sejak beberapa bulan lalu lampu tower seluler (led aviation obstruction lamp) di pucak gunung Desa Sawang I, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, mati. Kondisi ini dikhawatirkan masyarakat setempat akan terjadi bahaya jika ada pesawat atau helikopter yang terbang rendah.

Zaimar, salah seorang warga Desa Sawang I di Tapaktuan, Jumat, 21 Oktober 2016, mengatakan, masyarakat setempat meminta kepada pihak perusahaan seluler pemilik tower itu segera menghidupkan kembali lampu tower.

“Fungsi lampu tower yang berada di atas ketinggian puncak gunung itu, untuk diketahui keberadaan menara dari jarak jauh oleh pilot pesawat terbang atau helikopter. Jika lampu padam, maka dipastikan pilot tidak mengetahui di lokasi itu ada menara yang menjulang tinggi. Padamnya lampu tower itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki,” ujarnya.

Sebelum timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan, kata Zaimar, masyarakat berharap pihak perusahaan seluler pemilik tower tersebut segera menghidupkan kembali lampu yang mati.

“Sepintas dilihat, kondisi ini memang dianggap sepele, namun sesuai aturan dan standarisasi keselamatan, setiap menara (tower) diwajibkan memasang lampu untuk menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan. Jika mengalami kerusakan, disarankan segera diperbaiki,” katanya.

Salah seorang nelayan setempat, Edi Suherman mengungkapkan, selain berfungsi sebagai kode menara di ketinggian, keberadaan lampu tower juga bermanfaat bagi awak nelayan untuk menandai lokasi daratan. Sejak lampu tower di Desa Sawang I padam, sejumlah nelayan tradisional di daerah itu kelabakan saat menuju ke daratan ketika diterpa angin kencang dan gelombang tinggi.

“Lampu tower di gunung Desa Sawang I itu sangat membantu mayoritas nelayan tradisional. Sebab selama ini kami menandai daratan sebagai lokasi untuk kembali ke daratan pada lampu tower itu. Namun selama lampu itu mati, kami sangat terkendala saat mencapai daratan bila terjadi angin kencang dan hujan lebat. Kami mohon kepada pihak terkait segera menghidupkan kembali demi keselamatan nelayan tradisional di Kecamatan Sawang,” pinta Edi Suherman.[]

Laporan Hendrik