Kamis, Juli 25, 2024

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...

Bank Indonesia Aceh Ajarkan...

BANDA ACEH - Bank Indonesia Provinsi Aceh, melaksanakan kegiatan Kick Off serentak implementasi...
BerandaBerita AcehPengadilan Tinggi Memutus...

Pengadilan Tinggi Memutus Lepas Terdakwa Korupsi di Aceh Selatan

BANDA ACEH – Majelis Hakim Tingkat Banding pada Peradilan Tipikor Pengadilan Tinggi Banda Aceh memutus lepas Rudi Yanto, terdakwa tindak pidana korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Yulidin Away (RSUDYA), Tapaktuan, Aceh Selatan.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Syamsul Qamar didampingi Hakim Anggota M. Joni Kemri dan Taqwaddin dalam sidang di Gedung Pengadilan Tinggi, Jalan Tgk. Chik Ditiro, Banda Aceh, Senin, 8 Juli 2024.

Dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tinggi Banda Aceh, amar putusan perkara tersebut adalah: “Menyatakan terdakwa Rudi Yanto bin Ramli tersebut di atas, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair maupun Dakwaan Subsidair“.

“Melepaskan Terdakwa oleh karena itu dari seluruh Dakwaan Penuntut Umum; Memerintahkan Terdakwa dilepaskan dari tahanan seketika setelah putusan ini diucapkan; Memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya, serta barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya”.

Sebelumnya pada tingkat Peradilan Tipikor Pengadilan Negeri Banda Aceh, terdakwa divonis pidana penjara empat tahun dan denda Rp100 juta, serta wajib membayar uang pengganti Rp425 juta.

Terhadap putusan ini, Penuntut Umum dan Terdakwa mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi, yang diregistrasi dengan Nomor perkara 27/PID.SUS/TIPIKOR/2024/PT BNA.

Hakim Humas Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Taqwaddin, menjelaskan putusan lepas ini berbeda dengan putusan bebas. Mengacu pasal 191 ayat (2) KUHAP, “jika pengadilan berpendapat bahwa perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana, maka terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan hukum”.

Dalam pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Banding pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh dinyatakan bahwa setelah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi membaca, mempelajari dengan teliti dan seksama, berkas perkara beserta salinan resmi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 2/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bna tanggal 21 Mei 2024. Dan telah memerhatikan Memori Banding yang diajukan Penuntut Umum dan Memori Banding diajukan Penasihat Hukum, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama.

Adapun pertimbangannya, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa dalam perkara ini tunduk pada hukum perjanjian keperdataan, maka yang berlaku terhadap mereka adalah asas pacta sun servanda, yaitu perjanjian yang dibuat secara sah, mengikat para pihak untuk mematuhi sebagaimana mengikatnya mereka pada peraturan perundangan. “Perkara ini merupakan perkara perdata, bukan pidana”.

Menimbang berdasarkan hasil pemeriksaan setempat oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama bahwa “SIMRS RSUDYA telah berfungsi optimal dalam mempercepat dan mempermudah pekerjaan pelayanan kepada pasien, yang bahkan telah memberi dampak positif bagi RSUDYA tersebut sehingga sangat banyak perubahan positif pelayanan RSUDYA kepada warga masyarakat, dan setelah diterapkan SIMRS pekerjaan paramedis menjadi lebih mudah dan lebih cepat”.

Menimbang bahwa “baik dalam dakwaan maupun dalam persidangan tidak terungkap adanya niat jahat dari Terdakwa untuk melakukan kejahatan, di mana menurut asas actus non facit reum nisi mens sit rea, yang berarti sesuatu perbuatan tidak dapat membuat orang menjadi bersalah kecuali bila dilakukan dengan niat jahat”.[](ril)

Baca juga: