28.8 C
Banda Aceh
Selasa, Oktober 26, 2021

Kisah Guru Bagikan Ratusan Ponsel ke Murid Tidak Mampu Saat Pandemi

Sesaat setelah pandemi Covid mulai melanda, banyak sekolah di seluruh dunia ditutup dan pembelajaran dilanjutkan secara daring.

Bagi murid-murid yang punya laptop dan koneksi internet, hal itu dapat dilakukan. Tapi bagaimana dengan para murid yang tidak punya kedua hal tersebut?

Di India, menurut badan PBB yang menangani kesejahteraan anak (Unicef), penutupan 1,5 juta sekolah akibat lockdown berdampak pada 247 juta pelajar. Tercatat hanya satu dari empat anak yang punya akses internet.

Seorang guru bernama Bharti Kalra tidak tinggal diam saat dihadapkan pada situasi ini. Dia bertekad semua muridnya punya perlengkapan mumpuni sehingga tiada yang ketinggalan pelajaran.

“Tingkat kelulusan kelas 10 dan kelas 12 mencapai 100%. Ini terjadi ketika kami tidak bisa tatap muka dan harus beralih ke daring. Prestasi ini sangat memuaskan,” kata Bharti yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah sebuah sekolah negeri di Delhi.

Dalam sistem pendidikan India, hasil ujian kelas 10 dan kelas 12 sangat menentukan bagi pelajar secara akademis.

Namun, raihan ini bukan perkara gampang.

Sekolah yang dikelola Bharti punya 2.600 murid, sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu.

Tatkala pandemi Covid mulai melanda India, Bharti paham bahwa pembelajaran harus beralih ke daring. Dia juga mafhum bahwa siswa-siswinya tidak mampu memperoleh teknologi yang diperlukan untuk belajar online.

Melalui bantuan teman dan sanak saudaranya, Bharti sanggup mengadakan 321 ‘smartphone’ alias ponsel pintar untuk dibagikan kepada murid-murid yang memerlukan.

Menurut Bharti, sekolahnya mampu mencatat kelulusan 100% lantaran para murid mendapat ponsel secara cuma-cuma untuk belajar.

Pemerintah Delhi pun setuju. Karena itu, pada peringatan Hari Guru bulan September, Bharti menerima penghargaan atas berbagai upayanya.

Lantas apa yang membuat Bharti berupaya sedemikian keras bagi para muridnya?

Kematian dalam keluarga murid

Pada Juli lalu, ketika pandemi Covid memaksa penutupan sekolah, Bharti ditugaskan untuk mengawasi proses pembelajaran daring.

“Guru-guru memberitahu saya bahwa dalam sebuah kelas berisi 40 pelajar, hanya ada 10 hingga 12 yang menghadiri kelas online,” paparnya.

Saat Bharti sedang memikirkan solusi agar para murid bisa tetap belajar, dia menerima kabar menyedihkan dari salah satu keluarga muridnya.

“Salah satu murid saya berkata dia tidak bisa membeli ponsel pintar karena dia baru saja kehilangan ayahnya lima hari lalu.”

Siswa itu bernama Rohan Kumar.

Bharti Kalra 2--bbc
Bharti mengatakan sebagian muridnya akan putus sekolah jika mereka tidak menerima ponsel pintar. @bbc.com

Ayah Rohan bekerja sebagai satpam saat pandemi walau bahaya Covid mengintai karena dia adalah tulang punggung keluarga. Belakangan dia terpapar Covid lalu meninggal dunia.

Ayah Rohan merupakan seorang di antara lebih dari 443.000 jiwa di India yang meninggal akibat Covid, walau sejumlah kajian memperkirakan jumlah kematian lebih banyak dari angka itu, khususnya saat gelombang kedua pada pertengahan tahun ini banyak kematian yang tidak dilaporkan.

“Saya tidak bisa tidur semalaman,” ujar Bharti.

“Saya berpikir: ‘Bagaimana ibu Rohan bisa menafkahi keluarganya?’ Saya lantas mengumpulkan sembako, seperti beras, rempah, minyak goreng kemudian memberinya kepada mereka.”

Rohan tinggal di sebuah rumah kecil dengan dua kamar tidur bersama ibu dan adiknya. Bharti paham bahwa penting bagi Rohan untuk melanjutkan pendidikannya, walau keluarganya diterpa kesulitan.

“Keesokan harinya saya membeli ponsel baru seharga US$110 (Rp1,5 juta) dan memberikannya kepada Rohan. Dia sangat gembira.”

Alhasil Rohan bisa belajar daring dengan menggunakan ponsel baru yang dibeli Bharti. Namun, ini hanyalah permulaan.

Kesulitan ekonomi

Selain Rohan, banyak murid lainnya kesusahan karena bisnis orang tua mereka gulung tikar dan ada pula yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

“Para pelajar kami memberitahu kami bahwa keluarga mereka tidak mamou membeli makanan. Tidak mungkin mereka sanggup membeli ponsel pintar.”

Bharti meminta guru-guru untuk membuat daftar pelajar yang perlu bantuan. Dia juga menggunakan media sosial serta meminta bantuan kepada teman dan sanak saudaranya untuk membeli tipe ponsel yang sama untuk dibagikan kepada murid-muridnya.

Bantuan dari teman dan keluarga

Dalam dua bulan, semua murid yang memerlukan ponsel pintar telah memerolehnya berkat bantuan keluarga dan teman Bharti.

“Seorang sepupu yang bermukim di AS mendonasikan 50 ponsel pintar karena dia teringat putranya yang meninggal akibat pneumonia,” jelas Bharti.

Adik dan keponakan Bharti turut membantu dengan menyumbang 100 ponsel. Paman Bharti ikut memberi dua unit ponsel dan sebuah LSM yang didirikan seorang keluarga Bharti mendonasikan 60 unit ponsel. Teman-teman Bharti pun berpartisipasi.

“Sejumlah murid tidak punya uang membeli kartu sim dan paket data. Jadi saya dan guru-guru lain menyediakan itu semua.”

Ponsel yang diberikan ternyata tidak hanya bermanfaat bagi murid-murid Bharti, tapi juga adik-adik mereka yang juga belajar online.

“Begitu perangkat itu berada di tangan anak dan mereka menggunakannya secara positif, perkembangannya sangat bagus. Banyak yang bilang ke saya bahwa mereka sudah belajar begitu banyak di luar kelas.”

Hasil kelulusan yang mencapai 100% membuktikan kaum skeptis salah saat mereka khawatir anak-anak dan remaja kemungkinan menyalahgunakan ponsel pintar.

Siswa peringkat pertama adalah salah satu murid yang menerima ponsel secara cuma-cuma.

Bharti Kalra 3--bbc
Bharti Kalra menerima penghargaan dari pemerintah India atas upaya-upayanya. @bbc.com

Mimpi-mimpi besar

Rohan Kumar lulus ujian dengan hasil 90% dan kini dia berharap mendaftar ke perguruan tinggi teknik untuk menjadi pengembang aplikasi.

“Saya belajar banyak hal dari internet. Saya sekarang tahu soal bursa saham, pemasaran pemengaruh sosial, pemasaran digital, dan banyak hal lainnya,” kata Rohan.

Pemilik rumah kontrakan yang dihuni keluarga Rohan berbagi akses wifi yang membuat dia dapat menyaksikan video di internet selama berjam-jam. Dia mengaku semua itu sangat bermakna baginya.

“Saya juga menemukan sejumlah kursus online gratis yang membantu kami meningkatkan keahlian dan kemampuan saya. Pembelajaran online mengubah pandangan saya.”

Rohan juga berencana berbagi ponsel yang didapatnya dengan adiknya yang berusia 10 tahun.

Sementara itu, ibu Rohan telah mendapat pekerjaan sebagai resepsionis. Tapi gajinya tidak bisa mewujudkan mimpi Rohan untuk kuliah teknik.

Bharti memutuskan untuk kembali ikut andil.

“Saya bilang ke dia bahwa dia harus mencoba mendaftar masuk perguruan tinggi yang bagus. Saya bisa menemukan cara untuk membayar uang kuliah.”

Para murid Bharti sangat berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi guru mereka. Di sisi lain, Bharti juga telah belajar dari pengalamannya.

“Saya tidak tahu tantangan yang muncul selanjutnya. Namun saya tahu bahwa dengan bantuan media sosial saya mampu mengerahkan bantuan dengan sangat cepat. Saya hanya berharap jumlah permintaan tidak meningkat.”[]sumber:bbc.com/indonesia

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...

Pihak yang Dipanggil KPK ‘Jangan Berupaya Melindungi Tuan Anda’ Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Aceh

BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta pihak-pihak yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi...

Lomba Menulis Ma’had Aly Babussalam Berhadiah Kitab Syaikh Abdurrauf As-Singkili

Meskipun hanya bermodalkan Andorid, para Mahasantri Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah Matangkuli Aceh Utara antusias...

Jelang Pengeboran Sumur Eksplorasi, PHE NSO Silaturahmi dengan Ulama di Lhokseumawe dan Aceh Utara

ACEH UTARA - PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) melakukan silaturahmi...

68 Siswa SDIT Azkiya Ikuti Olimpiade Sains 2021

BIREUEN - Sebanyak 68 siswa SDIT Azkiya Bireuen mengikuti Olimpiade Sains Azkiya (OSA) 2021...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat