BANDA ACEH Ustaz Dr. rer. nat. Ilham Maulana mengisahkan, pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a., ada seorang pemuda yang sering berdoa berulang-ulang sambil thawaf (tawaf) di depan Ka'bah seraya memohon, Ya Allah, masukkanlah aku dalam golongan hamba-Mu yang sedikit”.
Doa pemuda ini didengar oleh Umar ketika beliau sedang melakukan tawaf. Umar lalu merasa heran dengan doa dan permintaan pemuda tersebut. Selesai melakukan tawaf, Umar memanggil pemuda tersebut, lalu bertanya, Kenapa engkau berdoa sedemikian rupa, apakah tidak ada permintaan lain dalam doamu kepada Allah?”
Pemuda itu menjawab: Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa ini karena aku merasa takut dengan penjelasan Allah dalam Surah Al-'Araf ayat 10 yang artinya, Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi penghidupan. Tetapi amat sedikitlah kamu yang bersyukur”. Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit itu, karena terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah”.
Ustaz Ilham Maulana mengatakan, “Oleh karena itu, jangan heran kita ketika hal-hal baik sebagai bentuk ketaatan dan ibadah kepada Allah sangat sedikit mau mengikutinya. Seperti kita adakan pengajian memahami ayat-ayat Allah, ajakan shalat berjamaah, dan lainnya sebagai bentuk rasa syukur, karena Allah sendiri telah menegaskan sangat sedikit yang bersyukur atas nikmat yang diperoleh”.
Ustaz Ilham Maulana yang merupakan Wakil Dekan III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala menyampaikan itu saat mengisi pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Banda Aceh, 11 Oktober 2017, malam.
Menurut Ustaz Ilham, kebanyakan manusia yang paling banyak disebutkan dalam Alquran adalah orang-orang yang ingkar dan menentang perintah Allah SWT dalam kehidupan di akhir zaman. Selain itu, orang-orang yang sangat sedikit beriman dan bersyukur atas segala nikmat Allah yang diterimanya.
Oleh karena itu, kata Ilham, agar mendapatkan keselamatan dan pertolongan dari Allah, umat Muslim haruslah menjadikan dirinya selalu berada dalam barisan golongan yang sedikit, yaitu mereka yang setiap saat menggunakan pendengaran, penglihatan dan hatinya untuk taat dan bersyukur kepada-Nya.
“Di dalam Alquran, apabila disebut golongan yang ramai atau banyak, mereka ini bukanlah golongan yang beriman. Golongan yang disebut banyak ini mereka yang menentang atau melawan perintah Allah. Akan tetapi golongan yang beriman dan selalu bersyukur, itu sangat sedikit jumlahnya. Karenanya, agar selamat, marilah kita menjadi golongan yang sedikit ini,” ujar Ilham.
Ketua Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh yang juga aktif sebagai mubalig ini menyebutkan, Jika kita mempergunakan telinga, mata dan hati dengan sebaik-baiknya, maka banyak tanda-tanda kebesaran Allah disebutkan dalam Alquran, yang seharusnya membuat kita selalu bersyukur kepada Allah, tidak hanya dalam ucapan lisan tapi juga dalam perbuatan amal saleh sehari-hari.
Dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 78 ditegaskan, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.
Namun, kenyataannya banyak manusia yang tidak bersyukur, dan malah ingkar pada-Nya. Seperti dijelaskan dalam Surah Al-Mulk ayat 23 yang artinya, “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Begitu juga halnya ditegaskan dalam Surah Saba ayat 13 yang artinya, Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur”.
Ilham mengatakan, memang sedikit sekali orang yang mampu mensyukuri nikmat, bahkan banyak yang mencela dan menganggap Allah tidak adil. Padahal tiap detik nikmat Allah terus mengalir untuk manusia. Setiap saat kita manfaatkan (nikmat), tapi terabaikan dalam mensyukurinya.
“Jangan sampai kita tergolong seorang hamba yang tidak pandai mensyukuri nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita, karena walaupun Allah katakan sangat sedikit manusia dan hamba-Nya yang mau bersyukur, kita berharap yang termasuk dari golongan sedikit itulah kita,” ujar Ilham.
Meskipun sedikit jumlahnya, Ustaz Ilham juga menyampaikan, upaya dakwah dan ajakan agar manusia untuk selalu taat dan menjalankan perintah Allah, harus terus dilakukan setiap saat dan sepanjang hayat.
“Tugas kita untuk berdakwah mengajak kepada kebaikan dan amar makruf nahi munkar tidak boleh berhenti. Kita wajib mengajak, soal orang mau ikut atau tidak kita serahkan kepada Allah untuk menentukan hasilnya, karena Allah hanya melihat usaha kita bukan hasil dari usaha mengajak pada kebaikan,” jelasnya.[](rel)

