Berawal dari hobi menggambar dan dekorasi, Ade Riskia (23 tahun), sukses membangun bisnis vector lamp akrilik bernama "Artres.Project".
Akhir tahun 2020, wanita asal Aceh Besar ini mulai membuat vector lamp akrilik, dekorasi unik memadukan gambar vektor dengan lampu LED.
Awalnya, Ade hanya membuat vector lamp untuk dirinya sendiri. Setelah dia memposting di Instagram, banyak temannya yang tertarik dan ingin memiliki produk itu.
Ade kemudian menjual vector lamp-nya secara online. Dia juga bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produknya, dan hasilnya sangat positif. Kini, vector lamp Ade dikenal luas dan telah dibeli banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Aku rasa kenapa masyarakat sangat antusias ketika aku publish produk tersebut karena itu adalah hal baru dan unik," ujar Ade dihubungi portalsatu.com/, Sabtu 10 Februari 2024.
Vector lamp menjadi alternatif dekorasi yang menarik dan personal. Produk tersebut dapat digunakan untuk berbagai acara, seperti pernikahan, ulang tahun, dan wisuda.
Ade mengaku tidak pernah menghitung modal awal usahanya karena uangnya langsung berputar. Dia hanya ingat pernah membeli mesin engrave Rp1,4 juta untuk meningkatkan kualitas produksinya.
Ade merupakan lulusan SMKN 2 Banda Aceh Jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB). Lalu, dia kuliah di UIN Ar-Raniry Banda Aceh Jurusan Arsitektur, menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk berbisnis.
"Salah satu dosenku bilang, lulusan arsitek itu tidak harus jadi arsitek, kok. Kamu bisa buka toko material, bisa usaha home decor, banyak hal yang bisa kita lakukan," kata Ade.

[Hasil karya Ade Riskia. Foto: dokumen pribadi]
Ade ingin menginspirasi para arsitek lain untuk tidak terpaku pada satu pekerjaan. “Arsitek itu cakupannya luas, tidak harus jadi arsitek ‘keep doing what you wanna do’. Kamu tetap bisa melakukan hal lain di luar arsitek yang masih mencerminkan arsitek,” ujarnya.
Vector lamp Ade dijual Rp85.000 hingga Rp500.000, tergantung jenis dan kerumitan membuatnya.
Ade ingin produknya dapat dijangkau semua kalangan, sehingga ia membuat versi mini yang lebih terjangkau bagi pelajar dan mahasiswa. Dia memanfaatkan platform media sosial dan e-commerce untuk mempromosikan produknya seperti Instagram, Tiktok, dan Shopee.
Jenis akrilik yang dijual mulai dari akrilik standing kayu, akrilik frame/bingkai kayu, moon series, word of affirmation series, graduation series, dan wedding guest series.
Ade sedang mempersiapkan project untuk beberapa bulan ke depan. Yaitu Project wedding/graduation sign yang merupakan terobosan baru dalam bisnisnya.
“Tetapi dengan tampilan yang berbeda dan tetap diberi sentuhan lampu, karena produk dari ‘artres.project’ identik dengan lampu,” ucap Ade.
Ditanya cara menghadapi “jatuh bangun” dalam berbisnis, Ade mengatakan, “Versi aku, dingat-ingat kembali bangun usaha tujuannya untuk apa? Apa yang mau diraih dan dicapai supaya kamu tetap terus semangat belajar untuk konsisten? Karena tujuannya jelas tapi tidak konsisten juga tidak membuahkan hasil”.[]
Laporan: Khairul Sani Umraiti








