BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadhillah mengatakan listrik yang tidak stabil menjadi persoalan krusial dalam proses pembangunan dan investasi di Aceh.

“Kita ajak investor luar untuk berinvestasi di Aceh, tapi persolan listrik yang sebentar-sebentar mati bisa menghambat hal ini,” ucap Arif saat tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik terkait kesejahteraan pekerja, diadakan IDeAS di 3 in 1 Coffee, Banda Aceh, Sabtu, 23 April 2016.

Ia juga mengatakan, UMR di Aceh masih sangat minim jika dibandingkan daerah lain. Hal tersebut berbeda dengan awal-awal Aceh dilanda tsunami yang saat itu memiliki UMR tinggi.

“Di Jakarta UMR capai 3,5 juta, sedangkan di Aceh hanya 2 jutaan, padahal setelah tsunami melanda dulu Banda Aceh termasuk daerah yang memiliki UMR lebih tinggi dari Jakarta,” kata Arif.

Arif berharap calon pemimpin Aceh ke depan memiliki konsep yang jelas terkait upah buruh. Karena, bagi dia, hal tersebut sangatlah penting.  “Semoga pemimpin ke depan memiliki konsep yang jelas terhadap ketenagakerjaan,” kata dia.[]