BANDA ACEH – Kitab Risalah Masa-ilul Muhtady Li-Ikhwanil Mubtady karangan Syaikh Muhammad Baba Daud Rumi, ulama Aceh turunan Turki yang masyhur di Asia Tenggara, yang kuburannya berada di Banda Aceh adalah sebuah kitab yang membicarakan mengenai hukum fikah (fiqh) dan tauhid yang dibuat dalam bentuk soal-jawab.
Di antara perkara yang diperkatakan ialah mengenai perkara fardhu dan sebab yang mewajibkan mandi, perkara istinjak, syarat iman, rukun Islam, syarat Islam serta syarat dan fardhu yang saling berkait dengannya.
Syaikh Baba Daud Rumi juga merupakan murid langsung dari ulama besar Aceh, Syeikh Abdurrauf as-Singkili yang hidup antara tahun 1615-1693.
Sampai sekarang, kitab ini masih menjadi rujukan dayah-dayah di Aceh. Kini, Kitab ini tersedia di Android, pengguna Android bisa menggunakannya dengan cara mengetikkan “Kitab Masailul Muhtady” dalam playstore pada perangkat Android dan langsung bisa mendownload-nya di link: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mit.masailulmuhtady.
Direktur Eksekutif MIT, Teuku Farhan, mengatakan, kitab ini diterjemahkan dalam bahasa Melayu (Jawi) oleh Tgk. Nawawi Hakimis, Pimpinan Dayah Nihayatul Muhtaj, Manggeng, Aceh Barat Daya dan dikembangkan dalam versi Android oleh Tim Multimedia MIT.
“Kami berharap lebih banyak lagi kitab-kitab dan tulisan-tulisan dari ulama Aceh yang dapat diakses melalui Internet salah satunya melalui perangkat Android yang sangat populer dan kini digunakan miliaran orang di seluruh dunia,” ujar Teuku Farhan, dalam siaran persnya.
Teuku Farhan mengatakan, kitab ini sampai sekarang sudah didownload 500 pengguna. Untuk saran dan masukan bagi penerjemah dapat dikirimkan ke email: info@mit.or.id dan SMS Center: 087890001233
Farhan mengatakan, hadirnya Kitab ini dalam perangkat Android juga mendapat respon positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, terimakasih Teungku Nawawi. Upaya ini perlu dilanjutkan dengan kitab-kitab berikutnya. Insya Allah,” kata Farhan, mengutip tanggapan Mawardi Hasan.
Bahkan, kata dia, sampai warga Aceh yang sedang melakukan penelitian di Jerman juga memberikan respon positif.
“Alhamdulillah, luar biasa. Alhamdulillah, luar biasa kerja teungku-teungku di MIT Aceh. Semoga setelah ini, kitab bidayah, tanbih, sirus, dan lain-lain juga dibuatkan app-nya. Amin,” kata Marthunis.[]
Download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mit.masailulmuhtady




