LHOKSUKON – Fenomena 'Om Telolet Om' saat ini menjadi trending topik di dunia maya. Bahkan artis dan Disc Jockey (DJ) dunia pun mengikuti trend itu. Di balik itu, para pengguna jalan mulai mengeluhkan bunyi klakson 'telolet' yang dinilai terlalu nyaring, bahkan dianggap membahayakan.

Seperti dialami Nadia, 22 tahun, warga kota Lhoksukon, Aceh Utara. Kepada portalsatu.com, Sabtu, 24 Desember 2016, mahasiswa itu mengutarakan, “Hari ini, jantung saya rasanya mau copot. Saat sedang berkendara di jalan lintas Medan – Banda Aceh, tiba-tiba dari belakang muncul bus berwarna biru membunyikan klakson 'telolet'”.

Kata Nadia, yang menjadi persoalan bukanlah irama klakson 'telolet'. Namun suaranya terlalu nyaring membuat dirinya terkejut.

“Untung saja saya tidak latah. Karena terkejut, tadi sepeda motor yang saya bawa sempat oleng, Alhamdulillah tidak jatuh. Saya rasa pihak terkait perlu menertibkan suara klakson 'telolet'itu agar tidak terlalu nyaring. Memang sih, saat ini sedang booming, tapi itu juga membahayakan,” ucapnya.

Hal lainnya diungkap Jamal, 29 tahun, warga kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Saat ada bus membunyikan klakson 'telolet', beberapa remaja yang sedang duduk di salah satu warung langsung melihat ke arah suara. Sambil tertawa, mereka mengucapkan, 'Om Telolet Om'.

Menurutnya, jika dilihat aksi para remaja sih kesannya lucu-lucu saja. Namanya juga remaja, ya sukanya ikut-ikutan trend. Di sisi lain, suara klakson itu terlalu keras dan nyaring.

“Jika ada pengendara sepeda motor yang punya masalah dengan penyakit jantung, bisa kena serangan jantung mendadak. Saya saja yang lagi duduk di kafe, sempat terkejut. Apalagi jika klakson bunyi saat saya berkendara, tidak bisa saya bayangkan itu,” ujar Jamal.[]