MEULABOH – Sesaat sebelum berlangsungnya salat Tarawih di Mesjid Al-Muqaddas, Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, program donasi bagi Palestina yang dilaksanakan oleh Komita Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh Barat berhasil mengumpulkan sejumlah Rp. 11.741.000. Seluruh kegiatan Safari Ramadhan di wilayah Meulaboh menghasilkan donasi sejumlah  Rp. 47.000.000.

Dijadwalkan pula donasi selanjutnya melalui Safari Ramadhan ke Kabupaten Nagan Raya dengan perincian: 1.Mesjid Baburrayyan, Jeuram Kecamatan Seunagan, lepas Subuh, 2. Mesjid Baiturrahim Simpang Empat, ceramah usai Jumatan, 3. Mesjid Baitul Mukhlisin Kuta Baro, Nagan Raya, saat Tarawih.

KNRP Cabang Aceh Barat diketuai oleh ustad Affan S. Pdi, M. Pd beralamat kantor di Belakang Mesjid Agung, Meulaboh. Penerjemah, Ustad Surianto Sudirman, alumni dari Al-Azhar, Qairo, Mesir, sedang menyelesaikan program doktornya (S3) di kampus yang sama.

Mesjid Al-Aqsa selama 17 bulan pernah menjadi kiblat bagi umat Islam. Pembangunan Mesjidil Haram-Mekkah dengan Mesjidil Aqsa adalah berjarak antara keduanya selama 40 tahun, hal ini menunjukkan dan mempertegas keagungan Mesjidil Aqsa. Ketika jelang kiamat kelak, pada Hari Padang Mahsyar nanti berlangsung di daerah Syam (Palestina), di tanah suci ini kelak akan tampak antara  kelompok yang Hak dengan kelompok yang Batil. Keagungan Al-Aqsa telah diyakini oleh seluruh umat manusia, namun kondisi tanah suci tersebut saat ini sudah tidak berada di tangan umat Islam, akan tetapi sedang dikuasai oleh Zionis Yahudi.

Syeh Ahmad Taufiq selaku pembicara pada malam Safari Ramadhan tersebut mengungkapkan tentang konsolidasi umat Islam sesungguhnya untuk menyadarkan kepada tanah air milik bersama (Palestina) umat Islam di dunia bahwa tanah suci para nabi tersebut telah dipenuhi oleh pelanggaran dan pelecehan yang terjadi siang dan malam, terdapat pembagian tempat atas Mesjidil Aqsa, tidak dibenarkan berkumandangnya azan, tidak selamanya dapat mendirikan salat lima waktu secara berjamaah. Konsistensi keberadaan mesjid Al-Aqsa menjadi terkungkung oleh pendudukan kaum Zionis Israel.

Kehidupan umat muslim di Palestina begitu mencekam dan memprihatikan. Gaza diblokade selama sepuluh tahun, obat-obatan, makanan, kondisi infrastruktur yang hancur sangat menyusahkan bagi penduduk muslim yang masih setia mendiami demi menjaga tanah suci milik umat Islam. Semua itu akibat pasca perang besar selama tiga dekade; 2008, perang Sulthan, Zionis dan para sekutunya menggunakan senjata terlarang secara internasional, 2012, perang Harbussuci dan perang ketiga pada tahun 2014, perang Marsbull berlangsung selama 51 hari. Semua terjadi karena umat muslim Palestina mempertahankan aqidah dan mempertahankan kota suci umat Islam,  lebih dari 110.000 rakyat Palestina syahid. Pengorbanan terus menerus dilakukan meski dalam kondisi keterbatasan hidup oleh bangsa Palestina, lebih dari 6 juta jiwa masih berada di negerinya adalah untuk pembelaan hingga tanah suci dapat kembali menjadi milik umat Islam.

Sejumlah 250 Miliar Rupiah telah disumbangkan oleh bangsa Indonesia untuk membantu Palestina. Ketika umat Islam telah kian menyadari pentingnya persaudaraan terhadap umat manusia melalui bantuan materi maupun nonmateri kepada para korban kebiadaban Zionis, itu adalah salah satu bentuk keimanan dan ketakziman umat Islam di Indonesia demi memelihara agamanya. Bagaimanapun penderitaan akan berakhir ketika Allah telah berkehendak, maka kekuatan doa untuk saudara-saudara muslim di Palestina sepatutnya dapat disampaikan terus menerus.

Penulis: Muhammad Rain