JAKARTA – Sebuah pesawat tanpa awak buatan Inggris ditemukan di perairan Selat Philip, Kepulauan Riau, Kamis (31/3) kemarin. Saat ini, pesawat pengintai berbahan komposit kevlar, kaca, dan diperkuat plastik itu tengah dibawa ke Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) di Jakarta.
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris ogah berspekulasi tentang penemuan drone tersebut. Dia meminta pemerintah harus melakukan protes keras terhadap pemilik drone itu.
“Kita menunggu investigasi TNI ini barang milik siapa. Kalau sudah ada pemerintah harus memberikan protes keras ke negara yang kirim tanpa izin,” ujar Charles saat dikonfirmasi, Jumat (1/4).
Charles curiga penemuan drone berkaitan dengan aksi pengintaian atau spionase negara tetangga. Meski demikian, ia menolak berkomentar lebih jauh terkait kemungkinan tersebut.
“Mungkin saja (spionase), semua bisa terjadi. Tapi sebelum ada investigasi kami tidak mau berspekulasi,” imbuhnya.
Drone tersebut ditemukan di selat Philip masih perairan Indonesia dengan titik koordinat Lintang 1 derajat 15,448N bujur 104 derjat 05S, pukul 11.00 WIB.
Di sisi lain, Charles menyebut Indonesia memiliki pengalaman buruk dengan aksi spionase negara tetangga. Di periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lalu, bahkan Australia melakukan penyadapan nomor pribadi ibu negara Ani Yudhoyono.
“Tapi kita pernah jadi korban (spionase), dalam hal penyadapan telepon era pak SBY,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, pesawat tanpa awak atau Drone jenis Banshee Target dengan No 6217T1 ditemukan mengapung di perairan Kepri, Indonesia, Kamis (31/3).
Menurut Andika, salah seorang petugas Lanal Batam, pesawat Banshee Target ditemukan oleh Kapal yang hendak menuju Situlang, Malaysia. Melihat itu, awak kapal mengamankan dan membawa terlebih dahulu sambil mengantar penumpang.
Belum diketahui siapa pemilik Banshee Terget tersebut, Lanal Batam belum bisa mengonfirmasi keperluan Drone apakah untuk sipil atau militer.
“Kita belum tahu ini milik siapa, nanti kita akan selidiki terlebih dahulu,” katanya.
Mendengar laporan adanya Drone, Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian terjun langsung ke Pelabuhan Internasional Batam Centre untuk melihat langsung.
“Kita akan selidiki terlebih dahulu, apakah ini milik dari instansi terkait, atau mainan milik pribadi,” ujarnya.[] sumber: merdeka.com





