TAKENGON – Bagian Humas dan Sumber Daya Manusia (SDM) KIP Bener Meriah, Anwar Hidayat, menyebutkan mantan anggota KIP Iwan Kurnia memang dikenal arogan.

“Iwan kurnia memang suka mukul, hobi diapun jalan-jalan, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) orang pun diambil dia (Iwan Kurnia-red),” kata Anwar Hidayat di hadapan Majelis Hakim DKPP dalam sidang etik di Aula Serbaguna Lapas Kelas II B Takengon, Rabu, 2 November 2016.

Dia mengatakan para komisioner juga takut berkomunikasi dengan Iwan Kurnia selaku Ketua KIP Bener Meriah.

Hal senada disampaikan Mukhtaruddin, Ketua KIP Bener Meriah definitif. Dia mengaku Iwan Kurnia pernah memegang kerah bajunya dan mencoba memukul Mukhtaruddin di hadapan umum beberapa waktu lalu.

“Saya lebih tua, maka tidak saya permasalahkan,” ujar Mukhtaruddin.

Namun hal itu dibantah Iwan Kurnia setelah Majelis Hakim DKPP memberinya kesempatan melakukan pembelaan. Dalam pernyataan itu, Iwan Kurnia mengaku pernah memegang kerah baju Mukhtaruddin, dan mempertayakan beberapa uang SPPD. Hal itu dilakukan lantaran Iwan Kurnia merasa tidak dihargai sebagai Ketua KIP Bener Meriah.

“Saya sangat merasa tidak dihargai sebagai KIP, maka saya terkadang menegur, menyangkut dengan SPPD juga demikian, sering dikelabui,” kata Iwan Kurnia.

Selain itu, kata Iwan, komisioner juga sering menggelar rapat tanpa sepengetahuannya. Hal ini termasuk pada tahapan verifikasi faktual calon Independen Pilkada 2017.

Dia menyebutkan polemik tersebut bermuara saat beberapa pihak tidak menyenangi jabatannya selaku Ketua KIP. Beberapa isu miring tentangnya seperti menerima suap dari calon juga sempat menyebar.

“Saya bilang kepada komisioner, kalau ada bukti isu itu, silahkan dilapor ke penegak hukum. Sekali lagi saya tegaskan, masalah ini berangkat dari ambisius para pihak untuk menjadi Ketua KIP dan ingin melengserkan saya,” kata Iwan Kurnia.[]