BANDA ACEH – Juru Bicara Fokus Gempar, Rahmad Saputra, S.IP, meragukan komitmen pasangan calon Saifuddin Yahya-Juanda Djamal untuk mewujudkan pemekaran Kabupaten Aceh Raya. Apalagi penolakan pemekaran kabupaten tersebut selama ini berasal dari kalangan elit-elit PA/KPA di Aceh Besar.
“Saya kira kita semua bisa lihat bagaimana Bupati Aceh Besar yang hari ini merupakan kader Partai Aceh tegas menolak pemekaran, contoh pemekaran Aceh Raya,” kata Rahmad melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Selasa, 30 Agustus 2016.
Dia mengatakan panitia pemekaran Aceh Raya telah beberapa kali meminta agar Bupati Aceh Besar membuat surat pengantar dukungan pemekaran, yang nantinya disampaikan ke Kemendagri. Namun upaya panitia tersebut justru tidak mendapat respon.
Rahmad juga menilai sikap teguh Bupati Aceh Besar Mukhlis A Basyah menolak pemekaran dilatarbelakangi intervensi dari partai, tempatnya bernaung hari ini. Sementara Saifuddin Yahya alias Pak Cek adalah pimpinan Partai Aceh di Aceh Besar.
“Saya kira wajar dan patut kita pertanyakan kembali pakta integritas yang ditandatangani tersebut. Sejauh mana sih komitmennya,” kata alumni Ilmu Politik Unsyiah ini.
Namun dia sangat menghargai semangat Pak Cek dalam memberi dukungan terhadap pemekaran. “Tetapi kita berharap agar jangan menjadikan isu pemekaran sebagai dagangan dalam meraih dukungan publik,” ujarnya.[](bna)


