DALAM kehidupan sehari-hari terutama dalam pergaulan, antar satu sama yang lain membutuhkan penggunaan komunikasi yang efektif. Phil Astrid S. Susanto dalam tulisannya Komunikasi Dalam Teori Dan Praktek, menyebutkan bahwa tanpa adanya komunikasi yang efektif interaksi dalam pergaulan tidak berjalan lancar. Dalam hal ini penulis akan mengemukakan pengertian dari komunikasi menurut para ahli: Komunikasi adalah adanya interaksi timbal balik antara komunikator dengan komunikan dalam hubungan mereka satu sama lain. Sehingga dengan adanya komunikasi yang baik, pesan komunikator akan berjalan lancar.
Sementara itu Onong Uchanda Efendy dalam buku Ilmu Komunikasi Lebih lanjut bahwa kata komunikasi itu berasal dari bahasa inggris Communication berasal dari communication dan bersumber dan kata Communis yang berarti bersama, sama disini maksudnya adalah sama makna. Sedangkan menurut Dale yoder komunikasi adalah: pertukaran informasi, ide, sikap, pikiran dan pendapat.[1] Dengan demikian dapatlah diketahui bahwa hubungan timbal balik dalam suatu sistem komunikasi, terutama dalam hal interaksi sosial adalah terciptanya kesamaan kehendak antara komunikator dengan komunikan. Dengan adanya kesamaan kehendak itu, komunikan dengan kesadaran sendiri akan menerima dengan baik segala pesan yang bermamfaat disampaikan komunikator kepadanya. Berhasilnya seseorang komunikator dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang berdimensi kepada adanya pencipta image masyarakat yang positif terhadap pesan yang disampaikan. (Moekijat, Teori Komunikasi, 1993)
Zainuddin Sardar, Tantangan Dunia Islam di Abad 21 menyebutkan bahwa Selain itu komunikasi dilakukan dengan pendekatan yang tepat, melakukan penganalisaan tentang peristiwa-peristiwa yang tidak terduga timbul dikalangan komunikan, dicermati dengan baik supaya komunikasi dapat berjalan lacar. Khususnya dalam mengantipikasi pesan-pesan yang berasal dari berbagai media non islami yang dapat merusak ukhuwah islamiah dan meracuni generasi muda. Ditinjau dari sifat pesan yang disampaikan oleh komunikator, komunikasi dapat dibagi dalam dua jenis yaitu, komunikasi massa (pers, radio, film dan televisi), dan komunikasi yang menggunakan media individual seperti penyampaian pesan dengan menggunakan surat, telepon dan telegram. Secara lebih luas pengertian komunikasi dapat dibagi dua yaitu, komunikasi nasional dan internasional. (Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Ringkas, 1998).
Intisari komunikasi adalah menjelaskan kepada komunikan berupa informasi yang bermamfaat bagi komunikan, serta membawa dampak positif dalam pengkaitan wawasannya. Komunikasi timbal balik yang dilakukan secara propesial akan menciptakan suasana harmonis dalam pergaulan sehari-hari. Selanjutnya pengertian komunikasi dapat ditinjau dari dua segi, pertama Komunikasi dalam bentuk skunder. Dalam hal ini penyampaian komunikasi dilakukan dengan menggunakan alat-alat media, seperti media cetak yaitu surat kabar, majalah, spanduk, stiker dan buletin. Didalamnya mengandung isyarat dan tujuan implisit yang dapat dimengerti oleh komunikan. Selanjutnya komunikasi ini juga mengunakan media audio fisual, seperti televisi, laserdisk, proyektil atau film yang dapat dilihat oleh mata kepala. Komunikasi skunder juga dilakukan dengan menggunakan media elektronik seperti radio taperecorder yang dapat memberikan komunikasi kepada komunikan sebagaimana yang diinginkan oleh komunikator, yang dapat menimbulkan efek sosial (.Nani Sy,1996).
Kedua, dalam pandangan Efendy, dalam bukunya Ilmu Komunikasi, adanya komunikasi dalam bentuk primer. Hal ini digunakan proses penyampaian fikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain, dengan mengunakan lambang (simbul) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna dan lain sebagainya yang secara langsung mampu menerjemahkan fikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan, dan yang paling banyak dipergunakan komunikator dalam berkomunikasi adalah bahasa, karena bahasalah yang mampu menerjemahkan pikiran seseorang kepada orang lain.
Setidaknya dengan komunikasi dalam paparan diatas memudahkan kita insan dakwah dalam melebarkan dakwah di era globalisasi dan informasi ini. Mampu menyusun konsep dan manajemen berbasis kekinian dan inovatif seiring arus zaman.[]


