Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaKomunitas @iloveaceh dan...

Komunitas @iloveaceh dan ICAIOS Luncurkan Situs ‘Kota Tanyoe’

BANDA ACEH – International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAOS) berkolaborasi dengan Komunitas @iloveaceh meluncurkan situs urbanisme warga “Kota Tanyoe” di hari terakhir rangkaian Festival Kota Kita (FKK) di RTH Lambung Meuraxa, Banda Aceh, Minggu, 8 Mei 2016.

Program Manager Urbanisme Warga, Asrul Sidiq menyebutkan, ICAIOS mendapat kepercayaan dari Tim Rujak Center for Urban Studies (RCUS) untuk bersama-sama mengawal kota Banda Aceh dalam mengembangkan program Urbanisme Warga.

“Ada delapan kota di Indonesia yang terpilih dalam program Urbanisme Warga dan salah satunya kota Banda Aceh, untuk di sini (Banda Aceh, red) kita menamainya dengan sebutan “Kota Tanyoe” di mana melibatkan Komunitas @iloveaceh sebagai kolaborator untuk mengembangkan situs daringnya,” ujar Asrul dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Senin, 9 Mei 2016.

Asrul menyebutkan, keterlibatan Komunitas @iloveaceh sebagai kolaborator “Kota Tanyoe” dinilai bukan hal baru, mengingat komunitas yang besar dari media sosial Twitter ini juga aktif melibatkan followers dalam berbagi informasi untuk sesama warga yang ada di Aceh.

“Komunitas @iloveaceh sejak 2010 sudah lama melibatkan masyarakat, dalam hal ini followers untuk berbagi informasi lewat tagar-tagar yang kita kenalkan seperti #infowarga, #fotowarga, #suarawarga, dan sejumlah tagar lainnya,” sebut Pengelola @iloveaceh, Aulia Fitri yang hadir dalam peluncuran situs tersebut.

Terlebih lagi, sebut Aulia, selain bergerak di media sosial, hadirnya program urbanisme warga juga telah menjadi irisan dari Komunitas @iloveaceh yang mempunyai semangat “from social media to social movement”.

“Situs yang bisa diakses di kotatanyoe.iloveaceh.org saat ini masih versi beta, sejumlah pengembangan demi kenyamanan pengguna terus kita tingkatkan. Kami juga sangat terbuka untuk menerima berbagai masukan dan saran dari pelbagai komunitas agar kedepan situs tersebut bisa lebih user friendly,” tambah Aulia yang juga menjadi tim Kurator di situs “Kota Tanyoe”.

Sementara itu, Program Assistant Urbanisme Warga Pratitou Arafat menambahkan, kehadiran situs “Kota Tanyoe” yang telah dikembangkan sejak sebulan lalu ini diharapkan menjadi media warga dan komunitas dalam meningkatkan kreativitas dan mendorong perubahan kebijakan yang inklusif.

“Kita berharap, program ini menjadi proses produksi pengetahuan secara bersama-sama oleh masyarakat dan menghubungkan mereka dengan para pemangku kepentingan lainnya, sehingga kreativitas dan potensi solusi sangat kita butuhkan,” katanya.

Program Urbanisme Warga sendiri merupakan sebuah program yang berpusat pada meningkatkan kemampuan warga memproduksi pengetahuan perkotaan secara bersama-sama, dan memanfaatkannya untuk mendorong perubahan kebijakan yang inklusif berdasarkan sebanyak mungkin pengetahuan.[](ihn)

Baca juga: