MEUREUDU – Memasuki hari ke 12, pasca-gempa di Pidie Jaya, Universitas Malikussaleh (Unimal) resmi menutup posko bencana, Unimal Peduli di Puskesmas Trieng Gadeng, Pidie Jaya, Minggu (18/12/2016). Penutupan itu sejalan membaiknya kondisi kesehatan korban gempa.
Rektor Unimal Prof Apridar menyebutkan saat ini pasien sudah tidak ada, dan jika pun ada, bisa ditangani oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Pidie Jaya.
Banyak pasien yang sudah pulang ke rumahnya. Bahkan, informasi yang saya dapat di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya sudah tidak ada lagi pasien korban gempa yang rawat inap, sebut Apridar.
Dia menyebutkan, tim medis dari lembaga lainnya juga mulai meningalkan Pidie Jaya kembali ke daerah masing-masing.
Kondisi kesehatan korban gempa umumnya sudah membaik. Tinggal lagi, tim psikologi untuk pemulihan trauma saya pikir masih dibutuhkan di Pidie Jaya, katanya.
Dia mengapresiasi kerjasama tim medis, dosen, mahasiswa dan tim psikologi yang bekerja siang dan malam untuk membantu korban gempa di Pidie, Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen selama 12 hari.
Ini yang kami bisa bantu untuk masyarakat korban gempa dan semoga bisa bermanfaat, pungkasnya, dalam siaran pers.
Data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan sampai hari ini, hanya 125 pasien yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Di Rumah Sakit Pidie Jaya sudah kosong pasien rawat inap. Di rumah sakit lainnya seperti Rumah Sakit Sigli masih ada 58 orang, Rumah Sakit Zainal Abidin masih ada 34 orang. Rumah Sakit Teuku Abdullah Syafiie ada 4 orang dan Rumah Sakit Fauziah Bireuen ada 27 orang, sebut Ichwan, staf Pusdatin BPBA.
Seperti diberitakan sebelumnya gempa magnitudo 6,5 menghantam Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen pada 7 Desember 2016 lalu. Akibatnya, 104 korban meninggal dunia, puluhan ribu pengungsi dan ribuan bangunan rusak parah.[]




