LHOKSEUMAWE – Saifuddin Yunus alias Pon Pang, mantan Ketua DPRK Lhokseumawe menyebutkan Partai Aceh adalah amanah perjuangan. Banyak korban nyawa, darah dan harta benda rakyat Aceh dipertaruhkan untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Aceh agar hidup lebih mulia di dunia ini.
“Tanyoe leubeh got mate daripada Partai Aceh talo (Kita lebih baik mati daripada Partai Aceh kalah),” kata Pon Pang yang juga Penasehat KPA Wilayah Kuta Pase, di hadapan ribuan anggota KPA, kader Partai Aceh, dan relawan tim pemenangan calon gubernur-wagub Aceh Muallem/TA Khalid dan calon wali kota-wakil wali kota Lhokseumawe Suaidi Yahya/Yusuf Muhammad di gedung Hasbi Ash-Shiddiqi, Mon Geudong, Lhokseumawe, Senin, 19 Desember 2016.
“Kita harus melanjutkan amanah para pendahulu dan syuhada, bila tidak kita akan teumeurka terhadap syuhada dan mereka-mereka pendahulu kita yang telah ikhlas berjuang demi masa depan Aceh yang lebih baik,” kata Pon Pang.
Ia meminta penduduk Aceh jangan mudah tergoda bujuk rayu pihak lain. “Jangan sampai gara-gara diberi uang seratus ribu rupiah, beras satu sak, kita Aceh rela menjual harga diri hingga mengkhianati bangsa sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan Partai Aceh tidak persis sama dengan tujuan partai lain. PA, kata Pon Pang, bukan sekadar untuk tujuan mengangkat anggotanya sebagai calon gubernur, bupati, wali kota, dan anggota dewan semata, tapi lebih daripada itu, Partai Acehlah yang berhak dan berkewajiban untuk menuntaskan seluruh butir-butir MoU Helsinki demi kemakmuran rakyat Aceh di masa yang akan datang.
“Saya berharap agar seluruh masyarakat yang berdomisili di Aceh, harus sama-sama mendukung Partai Aceh, karena Partai Aceh milik kita semua,” tegas Pon Pang yang juga Juru bicara KPA Wilayah Kuta Pase, dikutip dari siaran pers.[](rel)


